TRIKPOS.COM, PALEMBANG — Masalah terorisme terus menjadi tantangan besar bagi pemerintah Republik Indonesia. Penanganan isu ini memerlukan pendekatan yang lebih dari sekadar keamanan, melainkan harus melibatkan aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan penegakan hukum yang adil. Upaya mencegah radikalisasi melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi ini. (Kamis, 1/8/2024)
Salah satu contoh nyata adalah Arnold, atau yang akrab disapa Arno, seorang mantan narapidana terorisme. Arno awalnya terlibat dalam sebuah yayasan yang bertujuan mulia untuk membantu masyarakat sesuai dengan ajaran agama. Namun, karena ketidaktahuannya, ia malah terjebak dalam kegiatan ekstremis yang membawanya ke penjara.
Setelah dibebaskan, Arno bertekad untuk memperbaiki hidupnya dengan fokus mencari nafkah untuk keluarga dan mempelajari ajaran agama yang benar, yakni Rahmatan Lil Alamin. Ia berharap agar tidak ada lagi masyarakat yang terpapar paham radikal dan menjadi pelaku terorisme karena fanatisme yang keliru.
“Belajar agama itu penting, tetapi harus disertai dengan pengetahuan yang memadai,” ungkap Arno, menekankan pentingnya pemahaman agama yang benar. (#)













