PALEMBANG , TRIKPOS.com– Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar Mu
syawarah Provinsi (Musprov) ke-VII di Hotel Novotel Palembang, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema Memperkuat Jejaring Anggota Gakeslab Indonesia Sumsel untuk Mendukung Program Kesehatan Berkualitas.
Musprov VII Gakeslab Sumsel secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Gakeslab Indonesia, R.D. Kartono Dwijosewojo. Dalam sambutannya, Kartono berharap forum ini mampu melahirkan ketua Gakeslab Sumsel yang terbaik dan mampu melanjutkan kepemimpinan secara berkesinambungan.
“Harapannya, siapa pun yang terpilih nanti bisa menjaga kesinambungan organisasi dan mendorong usaha anggota agar semakin maju,” kata Kartono.
Kartono menekankan pentingnya peran pengusaha alat kesehatan daerah dalam menyikapi regulasi baru dari pemerintah pusat. Menurutnya, daerah memiliki keunggulan dalam kecepatan respons, terutama ketika terjadi permasalahan di rumah sakit.
“Pengusaha daerah lebih cepat tanggap. Ketika rumah sakit bermasalah, mereka bisa langsung menangani,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya kekhawatiran terhadap pihak-pihak yang bukan pelaku usaha alat kesehatan dan bukan anggota Gakeslab, namun dapat mengerjakan proyek pengadaan alkes. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena sektor alat kesehatan memiliki regulasi ketat dan berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
“Pengadaan alat kesehatan seharusnya dikerjakan oleh perusahaan yang memiliki izin dan kompetensi. Bukan hanya soal pengadaan, tapi juga kelanjutan seperti kalibrasi dan nilai jual. Itu bisa ditangani oleh pengusaha daerah yang tergabung dalam Gakeslab dan berizin dari Kemenkes,” tegasnya.
Terkait pengawasan alat kesehatan, Kartono menyebut kewenangan sepenuhnya berada di Kementerian Kesehatan RI. Sementara Gakeslab sebagai asosiasi berada di bawah naungan Kemenkes dan berperan menampung laporan masyarakat apabila ada perusahaan yang tidak sesuai dengan klasifikasinya.
Dalam kesempatan itu, Kartono juga menyinggung peran aktif Gakeslab Indonesia dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia menyebut, sejak H-2 bencana, anggota Gakeslab telah bergerak menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, perlengkapan UGD, tempat tidur pasien, hingga penyediaan air bersih di beberapa titik.
“Donasi berasal dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Gakeslab Indonesia dan tidak terpusat di satu lokasi saja,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Gakeslab Indonesia Sumsel, H. Erwan Effendi, SH, MH, mengatakan Gakeslab merupakan wadah resmi pengusaha alat kesehatan yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Tujuan Gakeslab adalah menyatukan penyalur alat kesehatan agar pengadaan di dinas kesehatan dan rumah sakit bisa terkoordinasi, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Erwan.
Ia menambahkan, Musprov VII menjadi momentum evaluasi kepemimpinan sebelumnya. Ketua DPW Sumsel yang terpilih nantinya diharapkan mampu menyempurnakan kebijakan yang belum berjalan, termasuk penguatan sistem digital dan penyelarasan kebijakan pusat serta daerah di sektor kesehatan.
Erwan menyebut, jumlah anggota Gakeslab Sumsel saat ini mencapai hampir 35 perusahaan, terbanyak dibandingkan provinsi lain seperti Aceh dan Lampung. Ia juga menilai Gakeslab Sumsel sebagai salah satu DPW yang paling aktif berkiprah di tingkat nasional.
“Ke depan, pembinaan anggota diarahkan agar setiap perusahaan memiliki distributor merek sendiri sehingga mampu bersaing secara berkelanjutan di tingkat nasional,” pungkasnya. (Wan)












