SUMSEL  

Pemprov Sumsel Tekankan Kepercayaan Publik, Baznas Didorong Berinovasi Kejar Target Zakat 2026

PALEMBANG, TRIKPOS.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumsel agar tidak lengah menjaga kepercayaan publik. Transparansi dan dampak nyata bagi masyarakat ditegaskan sebagai kunci utama agar potensi zakat, infak, dan sedekah bisa tergali maksimal.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra saat menerima audiensi pengurus Baznas Sumsel, Kamis (15/1/2026). Menurut Edward, Baznas memegang peran strategis bukan hanya sebagai pengelola dana keagamaan, tetapi juga instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Kalau itu terjaga, partisipasi akan tumbuh. Kalau kepercayaan turun, semua program akan tersendat,” tegas Edward.

Ia mendorong Baznas Sumsel untuk tidak berhenti pada pola kerja lama. Inovasi dan kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak diperlukan agar program zakat benar-benar berdampak langsung, seperti bedah rumah, bantuan permodalan UMKM, hingga bantuan sosial produktif lainnya.

Edward juga menyoroti pentingnya keterbukaan pengelolaan dana, mulai dari penghimpunan hingga penyaluran. Menurutnya, akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi faktor penentu meningkatnya kepercayaan publik terhadap Baznas.

“Bukan hanya soal berapa besar zakat terkumpul, tetapi sejauh mana masyarakat bisa melihat dan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengawas Baznas Sumsel Akhmad Najib mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi lembaganya. Target penghimpunan zakat tahun 2026 dipatok Rp50 miliar, namun realisasi hingga pertengahan Januari baru menembus sekitar Rp5 miliar.

“Ini masih jauh dari target. Potensi zakat di Sumsel sangat besar, tetapi perlu dukungan serius dari semua pihak, khususnya pemerintah,” kata Najib.

Ia berharap instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD dapat lebih aktif menyalurkan zakat melalui Baznas agar pengelolaannya terkoordinasi dan tepat sasaran.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Baznas Sumsel Candra Satria. Menurutnya, keterlibatan seluruh perangkat pemerintahan menjadi faktor krusial untuk mendongkrak penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.

“Tanpa dukungan konkret, target besar akan sulit tercapai. Sinergi adalah kuncinya,” ujarnya.

Pemprov Sumsel berharap Baznas mampu menjawab tantangan tersebut dengan kerja nyata, sehingga zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga solusi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (#)