PWI Banyuasin Nilai Program Budidaya Melon Lapas Dukung Asta Cita Prabowo

Caption : Ketua PWI Banyuasin, Wardoyo, saat audiensi bersama jajaran PWI dengan Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie Imantoro, Selasa (27/1/2026).

BANYUASIN, TRIKPOS.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin menilai program budidaya melon yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin sebagai langkah konkret mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua PWI Banyuasin, Wardoyo, saat audiensi bersama jajaran PWI dengan Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie Imantoro, Selasa (27/1/2026).

Menurut Wardoyo, program pembinaan kemandirian berbasis pertanian di lapas merupakan contoh praktik baik yang layak dipublikasikan secara luas agar masyarakat memperoleh gambaran utuh tentang fungsi pembinaan pemasyarakatan.

“Pers memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi yang edukatif dan berimbang. Program budidaya melon ini menunjukkan bahwa lapas juga berkontribusi pada agenda pembangunan nasional,” ujar Wardoyo.

Pers Dorong Publikasi Program Produktif

Wardoyo menegaskan, PWI Banyuasin mendorong agar program-program pembinaan yang berdampak positif bagi warga binaan dan masyarakat terus dikomunikasikan kepada publik melalui pemberitaan yang konstruktif.

Ia menilai keterbukaan informasi dari pihak lapas menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta menghapus stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan.

“Ketika publik mengetahui proses pembinaan yang berjalan, akan tumbuh pemahaman bahwa warga binaan dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang nyata,” katanya.

Lapas Buka Ruang Sinergi dengan Media

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie Imantoro, menyambut baik peran PWI sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi publik.

Ia menjelaskan, program budidaya melon yang dikelola di dalam green house tidak hanya bertujuan menghasilkan panen, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian warga binaan.

“Sinergi dengan media penting agar kerja-kerja pembinaan yang kami lakukan dapat diketahui masyarakat secara objektif,” ujar Tetra.

Budidaya Melon Jadi Contoh Pembinaan Humanis

Program budidaya melon Inthanon di Lapas Kelas IIA Banyuasin telah menunjukkan hasil positif dengan bobot buah rata-rata di atas 2,5 kilogram per buah. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis keterampilan mampu memberi nilai tambah bagi warga binaan.

PWI Banyuasin menilai keberhasilan ini dapat menjadi model pembinaan yang direplikasi di lapas lain, sekaligus memperkuat peran pers sebagai jembatan informasi antara lembaga negara dan masyarakat. (#)