Dua Pelajar SMP 31 Palembang Diduga Keracunan MBG, Pengawasan Program Gizi Dipertanyakan

Caption : siswa SMP Negeri 31 Palembang yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi roti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Puskesmas OPI Palembang, Jumat (30/1/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com— Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah dua pelajar SMP Negeri 31 Palembang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi roti yang dibagikan sekolah, Jumat (30/1/2026). Insiden ini memunculkan kekhawatiran atas aspek keamanan pangan dalam program strategis nasional tersebut.

Dua siswa yang mengalami keluhan kesehatan diketahui bernama M Yoga Pratama dan Naura. Keduanya mengalami mual dan muntah tidak lama setelah menyantap roti MBG yang dibagikan sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, kedua pelajar tersebut harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas OPI Palembang.

Orang tua Yoga, Neti, mengungkapkan anaknya sempat menelan roti tersebut sebelum merasakan ketidaknyamanan pada tenggorokan, disusul mual dan muntah.

“Anak saya sempat menelan roti itu. Tapi saat suapan kedua, tenggorokannya terasa tidak enak, lalu mual dan muntah,” ujar Neti saat ditemui di Puskesmas OPI.

Menurutnya, sekitar setengah jam setelah mengonsumsi roti tersebut, Yoga dan seorang siswi lainnya mengalami keluhan serupa. Pihak sekolah sempat memberikan susu steril sebagai pertolongan awal di ruang guru. Namun kondisi keduanya tidak kunjung membaik.

“Sudah diberi susu steril, tapi tidak ada perubahan. Akhirnya dibawa ke puskesmas,” katanya.

Kapolsek Seberang Ulu I Palembang, Kompol Heri, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan makanan yang menimpa dua siswa SMPN 31 Palembang. Pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Kami menerima laporan adanya siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi roti dari program MBG. Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari pihak puskesmas,” jelas Kompol Heri.

Ia menambahkan, satu siswa masih menjalani perawatan intensif, sementara satu siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Pantauan di lokasi, sejumlah pihak dari Badan Gizi Nasional (BGN) terlihat mendatangi Puskesmas OPI Palembang. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BGN terkait dugaan keracunan tersebut.

Kasus ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi pelajar. Publik pun menanti transparansi hasil pemeriksaan serta langkah korektif agar insiden serupa tidak terulang. (WAN)