PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan pentingnya penguatan basis data dan sinergi lintas daerah dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan se-Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung, Palembang, Kamis (5/2/2026).
Rakor yang dipimpin Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang tersebut dihadiri kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha. Ia hadir didampingi jajaran perangkat daerah terkait serta perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Herman Deru mengungkapkan capaian penurunan angka kemiskinan Sumatera Selatan yang berhasil menembus satu digit untuk pertama kalinya sejak 2014. Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan Sumsel turun dari 10,15 persen pada 2024 menjadi 9,85 persen pada 2025.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Ke depan, upaya pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat agar dampaknya dirasakan merata hingga ke wilayah terluar,” ujar Herman Deru.
Selain membahas strategi pengentasan kemiskinan, rakor tersebut juga menekankan kesiapan daerah dalam menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Data yang akurat dan terintegrasi dinilai krusial sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Wahyu Yulianto memaparkan, sejumlah indikator makro ekonomi Sumsel menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,35 persen, menempatkan Sumsel sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi secara nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 3,59 persen, sementara tingkat ketimpangan tergolong rendah berdasarkan standar Bank Dunia.
Menanggapi hal tersebut, Hj. Bertha menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pagar Alam untuk menyelaraskan program daerah dengan kebijakan provinsi, khususnya dalam pemanfaatan data statistik.
“Data yang mutakhir menjadi kunci agar program pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Sinergi dengan BPS dan OPD terkait akan terus kami perkuat,” kata Bertha.













