Apresiasi Ratu Dewa untuk Fakultas Teknik Unsri, Pelopor Gedung Hijau di Sumatera

Foto : Wali Kota Palembang Ratu Dewa (tengah) didampingi Sekda Palembang Aprizal Hasyim menyerahkan Sertifikat Asesmen Bangunan Gedung Hijau (BGH) kepada Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya di Palembang, Sabtu (7/2/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com— Wali Kota Palembang Ratu Dewa menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai motor perubahan dalam penerapan pembangunan berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat memberikan apresiasi Engineering a Legacy sekaligus penyerahan Sertifikat Asesmen Bangunan Gedung Hijau (BGH) kepada Gedung Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (Unsri), Sabtu (7/2/2026).

Gedung Fakultas Teknik Unsri dinyatakan memenuhi kriteria Bangunan Gedung Hijau versi Kementerian Pekerjaan Umum RI dan tercatat sebagai gedung pertama di Pulau Sumatera yang memperoleh sertifikat BGH dengan standar nasional. Sertifikat tersebut secara resmi diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim.

Menurut Ratu Dewa, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga dapat menjadi laboratorium penerapan konsep pembangunan ramah lingkungan secara nyata.

“Bangunan hijau bukan sekadar simbol, melainkan wujud komitmen terhadap efisiensi energi, pengelolaan sumber daya, dan kesehatan lingkungan. Kampus memiliki peran penting untuk memberi contoh,” kata Ratu Dewa.

Ia menjelaskan, sektor bangunan memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi dan air. Oleh karena itu, penerapan konsep bangunan hijau dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan emisi dan mendorong penggunaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Ratu Dewa mengapresiasi sinergi antara Universitas Sriwijaya, Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, hingga Kementerian Pekerjaan Umum RI dalam mewujudkan bangunan hijau tersebut. Ia berharap Gedung Teknik Unsri dapat menjadi rujukan bagi pembangunan gedung lain, baik di lingkungan pendidikan, pemerintahan, maupun sektor swasta.

Rektor Universitas Sriwijaya Taufiq Marwa mengatakan, keberadaan Gedung Teknik Unsri yang berkonsep bangunan hijau merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengembangkan konsep green campus. Gedung tersebut dirancang dengan prinsip efisiensi energi, pemanfaatan pencahayaan alami, serta optimalisasi energi matahari.

“Gedung ini tidak hanya digunakan sebagai fasilitas akademik, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa agar memahami penerapan konsep keberlanjutan secara langsung,” ujar Taufiq.

Ia menambahkan, pembangunan gedung direncanakan berlangsung selama 14 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027. Menurutnya, pencapaian sertifikasi BGH menjadi tanggung jawab moral bagi Unsri untuk terus menjaga dan mengembangkan prinsip bangunan hijau di lingkungan kampus.

Dengan capaian tersebut, Gedung Teknik Unsri diharapkan tidak hanya menjadi ikon baru Universitas Sriwijaya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi lain dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan dan Indonesia. (#)