PALEMBANG, TRIKPOS.com — Wali Kota Palembang Ratu Dewa mendorong penguatan pendidikan politik sejak usia dini sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas demokrasi, khususnya menghadapi lonjakan pemilih muda pada Pemilu Serentak 2029.
Dorongan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menerima audiensi Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) di ruang audiensi wali kota, Jumat (13/2/2026). Pertemuan itu membahas strategi peningkatan literasi dan kualitas partisipasi politik masyarakat, terutama generasi Z dan generasi Alpha.
Penasihat JPPR Hasan Pratama Putra menilai tingginya angka partisipasi pemilih pada pemilu sebelumnya belum sepenuhnya mencerminkan kualitas demokrasi yang ideal. Meski partisipasi Pilpres dan Pileg sempat mencapai sekitar 86 persen, keterlibatan politik masyarakat dinilai masih bersifat prosedural.
“Partisipasi tinggi secara angka belum tentu diikuti dengan kesadaran politik yang matang. Kami melihat fluktuasi antusiasme, khususnya di kalangan pemilih pemula,” kata Hasan.
Menurut dia, tanpa pendidikan politik yang sistematis dan berkelanjutan, bonus demografi justru dapat menjadi tantangan serius. Pada Pemilu 2029, generasi muda akan mendominasi komposisi pemilih, sehingga diperlukan pembekalan sejak dini.
Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang menyasar mahasiswa dan pelajar SMA, JPPR mulai memperluas sasaran hingga siswa SMP. Langkah ini dipandang strategis karena pelajar SMP saat ini akan memasuki usia pemilih pada 2029.
“Ini investasi demokrasi jangka panjang. Anak-anak muda perlu memahami bahwa suara mereka menentukan arah kebijakan publik, bukan sekadar formalitas saat hari pemungutan suara,” ujar Hasan.
JPPR telah memulai sosialisasi di sejumlah sekolah dengan materi yang mencakup pemahaman pemilu, bahaya politik uang, pentingnya integritas, serta kaitan antara pilihan politik dan kualitas layanan publik. Pendidikan tersebut diarahkan untuk membangun daya kritis dan ketahanan moral pemilih muda.
Ratu Dewa menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai pendidikan politik sebagai fondasi penting pembentukan warga negara yang sadar hak dan tanggung jawab.
“Pilihan politik berdampak langsung pada kebijakan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial. Karena itu, literasi politik harus diperkuat sejak dini,” ujar Dewa.
Meski demikian, ia menekankan perlunya indikator yang terukur dalam













