PALEMBANG, TRIKPOS.com – Karang Taruna didorong tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan masyarakat, tetapi ikut mengambil peran sebagai penggerak gotong royong dan kepedulian lingkungan. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan pemuda Karang Taruna dengan personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang di Pos Komando Taktis (Poskotis), Minggu malam, 9 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu cara Satgas membangun komunikasi dengan kelompok pemuda selama pelaksanaan TMMD. Setelah menjalankan kegiatan pembangunan dan aktivitas kemasyarakatan sepanjang hari, personel Satgas berdiskusi dengan anggota Karang Taruna mengenai kegiatan kepemudaan dan kondisi lingkungan masyarakat.
Bagi Satgas TMMD, keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Pembangunan fisik yang dikerjakan selama TMMD dinilai perlu diikuti dengan tumbuhnya kepedulian masyarakat agar hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan hubungan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
“TMMD bukan hanya membangun sarana dan prasarana. Kita juga membangun hubungan, kebersamaan dan komunikasi dengan masyarakat. Karang Taruna sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga semangat gotong royong dan membangun lingkungan,” kata Erik.
Menurut dia, komunikasi antara TNI dan generasi muda perlu terus dipelihara. Karang Taruna memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat dan dapat menjadi penggerak berbagai kegiatan sosial di lingkungan.
Pertemuan di Poskotis itu berlangsung tanpa suasana formal. Prajurit dan pemuda duduk bersama, bertukar cerita dan membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
Bagi Satgas, komunikasi semacam itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kedekatan tidak hanya dibangun ketika prajurit turun mengerjakan jalan, merehabilitasi rumah atau menggarap fasilitas umum, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari dengan warga.
TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang dengan demikian tidak hanya membawa agenda pembangunan fisik. Ruang perjumpaan antara prajurit dan pemuda juga menjadi bagian dari upaya membangun modal sosial: komunikasi, kepercayaan dan gotong royong yang diharapkan tetap berjalan setelah program TMMD selesai.
Laporan : Redaksi













