PALEMBANG, TRIKPOS.com– Sehari menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Satgas memastikan Mushola Baitul Maghfurin siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Fasilitas ibadah yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD itu kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Personel Satgas masih melakukan sejumlah pekerjaan sebelum program resmi ditutup. Pengecatan, penyempurnaan bagian bangunan, hingga pembersihan kawasan mushola dilakukan secara bersamaan.
Perhatian juga diarahkan pada lingkungan sekitar. Saluran air dan fasilitas pendukung ditata agar keberadaan mushola memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan menggunakannya.
Penyelesaian tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab Satgas. Pembangunan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi sasaran program, tetapi juga memastikan hasilnya dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan pihaknya ingin memastikan mushola benar-benar memberikan manfaat setelah pelaksanaan TMMD selesai.
“Kita ingin mushola ini nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman. Karena itu, finishing dan pembersihan terus kita lakukan menjelang penutupan,” ujarnya.
Mushola Baitul Maghfurin diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkuat kehidupan sosial di lingkungan sekitar.
Semangat gotong royong juga mewarnai proses pembangunan. Personel Satgas bekerja bersama masyarakat dalam menyelesaikan sasaran tersebut. Interaksi selama pengerjaan menjadi bagian dari tujuan TMMD untuk memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat.
Kini, ketika TMMD ke-129 memasuki hari terakhir, perhatian Satgas beralih pada detail-detail akhir. Kebersihan, kerapian, dan kesiapan fasilitas diperiksa sebelum mushola diserahkan untuk dimanfaatkan warga.
Berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula manfaat pembangunan. Mushola Baitul Maghfurin diharapkan menjadi salah satu peninggalan nyata program tersebut yang terus hidup melalui aktivitas ibadah dan kebersamaan masyarakat.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan mushola tidak hanya diukur dari rampungnya bangunan, tetapi dari seberapa besar fasilitas itu mampu digunakan, dirawat, dan memberi manfaat bagi warga dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan : Redaksi













