BANYUASIN, TRIKPOS.com — Kerusakan berat Jalan Gubernur H.A. Bastari di kawasan Jakabaring, Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kian memicu kekhawatiran. Ruas jalan strategis yang menghubungkan Kota Palembang dengan Banyuasin dan Ogan Ilir itu kini berubah menjadi lintasan berisiko tinggi bagi pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan jalan dipenuhi lubang besar, lumpur, dan genangan air. Usai hujan, kondisi semakin parah karena lubang tertutup air, menyulitkan pengendara memperkirakan kedalaman jalan. Situasi ini memaksa kendaraan melaju pelan dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan. Jalan licin dan bergelombang kerap membuat kendaraan tergelincir, terutama pada malam hari saat penerangan minim. Sejumlah warga menyebut kecelakaan hampir terjadi setiap hari.
“Kondisinya sangat berbahaya, apalagi malam. Lubang tidak kelihatan dan lampu jalan minim. Banyak yang jatuh,” kata Tono, salah seorang pengguna jalan, Jumat (16/1/2026).
Tono menilai pembiaran kerusakan jalan ini ironi, mengingat Jalan Gubernur H.A. Bastari merupakan jalur utama dengan mobilitas tinggi. Di sepanjang ruas jalan tersebut juga terdapat fasilitas pelayanan publik, termasuk rumah sakit, yang seharusnya didukung akses aman dan layak.
“Ini jalur vital. Ada rumah sakit juga. Jangan sampai orang mau berobat malah celaka di jalan,” ujarnya.
Hingga kini, belum terlihat penanganan signifikan dari pihak berwenang. Warga pun mempertanyakan tanggung jawab pemerintah, baik kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Selatan.
Masyarakat mendesak perbaikan segera dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas dan memastikan kelancaran aktivitas warga. Jika terus dibiarkan, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa. (Wan)
Berita Terkait
Banyuasin — Akses transportasi warga Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin kini semakin terbuka. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meresmikan Jalan Sangaji yang telah ditingkatkan melalui program Bantuan Gubernur Sumsel dengan nilai anggaran mencapai Rp3,9 miliar. Peresmian jalan tersebut dilakukan langsung oleh Herman Deru dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Banyuasin, Jumat (9/1/2026). Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama di wilayah penyangga perkotaan dan sentra produksi. “Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas orang dan barang. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial,” ujar Herman Deru. Peningkatan Jalan Sangaji dibiayai melalui sinergi Bantuan Gubernur Sumatera Selatan dan APBD Kabupaten Banyuasin. Jalan ini menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian dan usaha kecil masyarakat. Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan peresmian tersebut. Kepala Desa Pulau Harapan Kailani, SH, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumsel terhadap kebutuhan infrastruktur desa yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat. Ia juga berharap adanya dukungan lanjutan berupa pemasangan penerangan jalan umum (PJU) guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan pada malam hari. Menanggapi aspirasi tersebut, Herman Deru menyatakan bahwa Pemprov Sumsel akan terus berupaya merespons kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap dan terukur. “Pembangunan tidak berhenti di satu titik. Selama anggaran memungkinkan dan manfaatnya jelas bagi masyarakat, tentu akan kita perjuangkan,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani Jasi mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, bantuan gubernur sangat membantu percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor konektivitas antarwilayah desa. Peresmian Jalan Sangaji ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Banyuasin, jajaran OPD Pemprov Sumsel, serta tokoh masyarakat setempat.