Panen 4 Ton Cabai di Banyuasin, Pemkab Dorong Kendali Harga dan Hilirisasi

BANYUASIN, TRIKPOS.com— Pemerintah Kabupaten Banyuasin memanen sekitar 4 ton cabai dari Kawasan Kompi Produksi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan gejolak harga komoditas hortikultura. Panen dipimpin langsung Bupati Banyuasin Askolani bersama jajaran Forkopimda, Rabu (14/1/2026).

Kawasan seluas 2 hektare yang diluncurkan pada 26 Mei 2025 itu tercatat telah dipanen sebanyak 11 kali. Total produksi mencapai 19 ton cabai hingga Desember 2025 dan Januari 2026. Panen terbaru mempertegas peran Banyuasin dalam memperkuat pasokan cabai di tengah fluktuasi harga pangan.

Bupati Askolani menyebut panen cabai menjadi langkah strategis memperluas ketahanan pangan daerah yang selama ini bertumpu pada padi.

“Kita tidak hanya fokus padi, tetapi juga hortikultura. Cabai menjadi komoditas penting karena berpengaruh langsung terhadap inflasi. Kunci keberhasilan ini adalah koordinasi dan kolaborasi lintas sektor,” kata Askolani.

Ia mengapresiasi sinergi dengan TNI melalui Kodim 0430/Banyuasin yang menginisiasi Kawasan Kompi Produksi. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini mampu menghasilkan komoditas strategis.

Komandan Kodim 0430/Banyuasin Letkol Inf Handoyo Yudi Prasetyo menilai kolaborasi TNI dan Pemkab Banyuasin efektif meningkatkan produktivitas pertanian. Ia mendorong pengembangan kompi produksi di tingkat kecamatan hingga desa.

“Kami berharap ke depan bisa dikembangkan untuk komoditas lain, tidak hanya cabai, tetapi juga bawang, padi, jagung, semangka, termasuk perikanan dan peternakan,” ujarnya.

Dalam panen kali ini, Pemkab Banyuasin juga menonjolkan nilai tambah hasil pertanian. Cabai yang dipanen diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Mulya Agung menjadi produk olahan berupa sirup dan permen cabai.

Anggota KWT Mulya Agung, Nurhalimah, mengatakan inovasi dilakukan untuk menyerap hasil panen melimpah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

“Cabai kaya vitamin C. Kami olah menjadi sirup dan permen tanpa pengawet. Dari 250 gram cabai bisa menghasilkan sekitar 10 botol sirup ukuran 250 ml dan permen,” katanya.

Panen raya tersebut turut dihadiri Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, unsur Polres Banyuasin, DPRD Banyuasin, Kejari Banyuasin, Pengadilan Agama, Dinas Pertanian, serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

Pemkab Banyuasin berharap penguatan produksi dan hilirisasi hortikultura ini mampu menjaga stabilitas harga, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (#)