PANGKALAN BALAI , TRIKPOS.com– Pemerintah Kabupaten Banyuasin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian 12 Gerakan Bersama Masyarakat dan 14 Program Pro Rakyat yang telah berjalan sejak 2025 hingga semester I 2026. Evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, dalam rapat koordinasi di ruang rapat rumah dinas Sekda, Rabu (20/05/2026).
Rakor ini tidak hanya membahas progres fisik dan serapan program, tetapi juga menekankan aspek efektivitas dan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor prioritas daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bappeda Litbang Banyuasin, Dr. dr. Rini Pratiwi, Plt. Sekretaris Diskominfo-SP Banyuasin Gusti Bakarudin, serta sejumlah perangkat daerah terkait yang terlibat dalam pelaksanaan program strategis.
Dalam arahannya, Sekda Erwin Ibrahim menegaskan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah harus benar-benar memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.
“Seluruh program yang berjalan, mulai dari infrastruktur, pertanian, kesehatan, hingga layanan publik digital, harus dipastikan memberi dampak langsung. Kita tidak hanya bicara capaian administrasi, tetapi perubahan yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menyebutkan, sejumlah sektor menunjukkan perkembangan positif, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, penguatan ketahanan pangan melalui bantuan pupuk dan alat pertanian, hingga program perikanan dan pelepasan bibit ikan belida di wilayah Mariana.
Di sektor pelayanan dasar, pemerintah daerah juga memperluas akses layanan air bersih melalui optimalisasi SPAM, serta meningkatkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui skema jaminan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya.
Sementara itu, program digitalisasi layanan publik melalui penyediaan internet desa dan WiFi gratis terus diperluas ke berbagai titik pelayanan publik, ruang publik, hingga pusat kegiatan masyarakat.
Bappeda Litbang Banyuasin melaporkan bahwa program unggulan seperti seragam sekolah gratis, sembako murah, hingga bantuan UMKM dan akses permodalan usaha juga menunjukkan tren pelaksanaan yang stabil dan berkelanjutan.
Di sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah terus memperkuat dukungan kepada pelaku UMKM melalui pendampingan, fasilitasi legalitas usaha, hingga kerja sama dengan lembaga perbankan untuk akses pembiayaan seperti KUR.
Program sosial-keagamaan seperti isbat nikah, santunan yatim piatu, fakir miskin, serta program umrah gratis juga tetap berjalan sebagai bagian dari penguatan perlindungan sosial masyarakat.
Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi 12 Gerakan Bersama Masyarakat Banyuasin 2025–2029, yang mencakup berbagai gerakan tematik mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Rakor ini sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh program prioritas tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan hasil konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat Banyuasin. (@)














