Warga Takut Bersuara soal Dugaan Penimbunan Pupuk Subsidi di Sejagung: “Bisa Hilang Tanpa Jejak”

Foto : Gudang Pupuk Subsidi diduga penimbunan

BANYUASIN, TRIKPOS.com — Dugaan praktik penimbunan pupuk bersubsidi di Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, kembali menjadi sorotan publik. Temuan adanya penyimpanan pupuk yang tidak sesuai peruntukannya memunculkan pertanyaan terkait lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terhadap distribusi pupuk bersubsidi.

Isu ini disebut sangat sensitif di kalangan warga. Sejumlah penduduk mengaku enggan mencari tahu lebih jauh karena khawatir terhadap keselamatan mereka.

Seorang warga Dusun V, Udin, menuturkan ketakutan tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengklaim bahwa warga yang mencoba mempertanyakan jalur distribusi pupuk subsidi kerap menghadapi risiko misterius.

“Setiap orang yang mencoba mencari tahu soal pupuk subsidi bisa berakhir hilang tanpa jejak,” ujar Udin saat ditemui awak media, Sabtu (29/11/2025).

Warga lain, Ali Saputra, menegaskan bahwa pupuk yang ditemukan di gudang desa bukan diperuntukkan bagi masyarakat Sejagung. Menurutnya, warga bahkan tidak pernah menerima jatah pupuk bersubsidi dan harus membeli dari luar desa.

Ali menyebut terdapat informasi bahwa pupuk tersebut berasal dari desa lain dan gudang Sejagung hanya dijadikan lokasi transit sebelum pupuk dibawa ke wilayah lain.

“Pupuk itu bukan untuk kami, hanya numpang di gudang sebelum dibawa keluar desa,” kata Ali.

Di kantor Desa Sejagung, Sekretaris Gapoktan, Rusman, mengaku tidak mengetahui alasan pupuk bersubsidi itu berada di gudang desa. Ia menyatakan tidak ada pemberitahuan resmi dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) maupun koordinator lapangan.

“Saya tidak tahu pak, tidak ada informasi dari PPL atau korlap soal pupuk itu,” ujarnya.

Rusman menambahkan bahwa ia sempat melihat seseorang berinisial AA, diduga koordinator lapangan Gapoktan, memasuki area gudang menggunakan mobil hitam sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengaku tidak menanyakan maksud kedatangan tersebut.

Situasi ini memicu kecurigaan masyarakat dan mendorong desakan agar kasus tersebut ditindaklanjuti secara serius untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Hingga saat ini, Polres Banyuasin masih melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pupuk di gudang tersebut. Sejumlah pihak telah diperiksa, termasuk AA yang diduga sebagai pemilik pupuk subsidi yang ditemukan. (#)