Kodam II/Sriwijaya Minta Perkuat Koordinasi Usai Insiden Salah Tangkap Anggota TNI oleh Brimob

Foto : Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf E.S Putra Siregar

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Kodam II/Sriwijaya menegaskan pentingnya koordinasi antar aparat TNI-Polri setelah insiden salah tangkap terhadap seorang prajuritnya oleh personel Brimob Polda Sumatera Selatan di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, Minggu dini hari (31/8).

Prajurit yang dimaksud, Pratu Handika Novaldo, diamankan saat berada di depan SPBU Hotel Amaris. Ia sempat dituduh ikut dalam aksi unjuk rasa, padahal tengah keluar untuk mencari makan usai mengikuti Latihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer (Latkadertih PSM).

Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf E.S Putra Siregar, menegaskan bahwa anggotanya sama sekali tidak terlibat dalam demonstrasi maupun provokasi massa. “Yang bersangkutan hanya makan bersama temannya, lalu mengisi bahan bakar sebelum kembali ke asrama. Setelah diperiksa dan ditunjukkan identitas, terbukti tidak terkait dengan aksi apa pun,” ujar Putra Siregar dalam keterangan resmi.

Situasi di lokasi sempat tegang ketika Pratu Handika ditahan dan dituduh provokator. Namun, keberadaan seorang anggota Kodim 0418 Palembang yang kebetulan berada di SPBU membantu menjernihkan keadaan. Identitas Handika kemudian diverifikasi melalui Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI.

Kodam II/Sriwijaya menyebut pihak Brimob akhirnya mengakui adanya kesalahan dalam pengamanan. Hal itu terungkap setelah dilakukan komunikasi langsung antara Danyonkav 5/DPC Mayor Kav Sahid Winagiri dengan Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol Susnadi.

“Pihak Brimob menyampaikan klarifikasi bahwa terjadi salah sasaran. Ini jadi pelajaran agar koordinasi di lapangan lebih ditingkatkan,” kata Putra Siregar.

Pangdam II/Sriwijaya menekankan, sinergi TNI dan Polri tetap harus dijaga, terutama dalam situasi yang rawan salah paham. “Koordinasi antar instansi sangat penting, supaya tidak ada lagi kesalahan prosedur yang bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, Kodam II/Sriwijaya berharap insiden serupa tidak terulang, dan ke depan komunikasi lapangan bisa berjalan lebih efektif demi menjaga kondusivitas di Sumatera Selatan. (#)