TRIKPOS.COM, PALEMBANG – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Elen Setiadi, S.H, M.S., memimpin Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Pelaksanaan dan Delivery Program Strategis Sumsel di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel pada Rabu (31/7/2024).
Dalam FGD tersebut, Elen Setiadi menegaskan tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mempercepat pembangunan di Sumsel dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi besar yang ada di daerah tersebut.
“Kita bisa lakukan delivery dalam waktu cepat dengan memanfaatkan potensi Sumsel yang luar biasa ini. FGD ini untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program yang sudah ada, sehingga nantinya menjadi target dan capaian yang berujung pada outcome yang diinginkan,” kata Elen.
Menurut Elen, program yang sudah ada di Sumsel bisa terbengkalai jika tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan dengan melibatkan para ahli di masing-masing bidang.
“Pelaksanaan program ini membutuhkan bantuan para ahli. Kami akan meminta asistensi tentang apa saja yang bisa kami lakukan. Saya yakin dengan kerja sama, pelaksanaannya akan lebih baik,” ujarnya.
Elen menegaskan ada tujuh isu utama yang menjadi fokus percepatan pelaksanaan dan delivery di Sumsel dalam jangka pendek:
1. Percepatan Penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN)
2. Percepatan Peningkatan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
3. Percepatan Peningkatan Tanaman Perkebunan
4. Percepatan Pengembangan BUMD dan Pembiayaan Usaha UMK
5. Percepatan Pengembangan Transportasi dan Regional
6. Percepatan Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Penguatan PUU
7. Peningkatan Pengelolaan Isu Sosial dan Kemasyarakatan
“Kita harap program ini bukan hanya terlaksana saja, namun juga harus terdelivery. Artinya, program-program ini harus dirasakan masyarakat, sehingga mereka merasakan manfaat dari program-program ini,” tegasnya.
Elen juga menambahkan bahwa penetapan capaian atau low hanging fruit, seperti penyelesaian Prioritas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah ada atau baru, serta keluaran yang berdampak signifikan bagi masyarakat, harus menjadi fokus.
Percepatan juga termasuk percepatan implementasi, dengan sistem kerja yang dikoordinasikan dan melibatkan para ahli di bidangnya, sementara pelaksanaannya tetap ditangani oleh masing-masing instansi dan OPD terkait.
“OPD bekerja sesuai dengan tupoksinya. Pelaksanaannya ditingkatkan melalui manajemen yang baik, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan yang teratur, serta deteksi awal terhadap persoalan. Karena kita tidak ingin permasalahan baru diselesaikan setelah muncul. Kita harus bisa mendeteksi dari awal sebelum permasalahan meluas,” harapnya.
FGD ini dihadiri oleh para ahli, termasuk Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesir, M.Sc, IPU, ASEAn. Eng, Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc, ASSOC. Prof. Dr. Ahmad Redi, S.H, M.H, M.Si, serta narasumber Antonius Rainer Haryanto, Dendi Ramdani, dan M. Noor Marzuki.













