TRIKPOS.COM, JAKARTA, 24 Juli 2024 – PT PLN (Persero) berhasil memberikan dampak positif kepada lebih dari 10.710 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMK), melibatkan lebih dari 600 ribu masyarakat, serta menyerap lebih dari 27 ribu tenaga kerja sepanjang tahun 2023. Keberhasilan ini tercapai melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang fokus pada pengembangan UMK, pendidikan, dan lingkungan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa selain menyediakan listrik yang andal, PLN terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program TJSL. “Kami berkomitmen untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui program TJSL. PLN hadir langsung di tengah masyarakat untuk melakukan pendampingan dan mengawalnya hingga berdampak positif,” kata Darmawan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan PLN Tahun Buku 2023 pada Senin (22/7), di Kementerian BUMN.
Program-program unggulan yang berkontribusi terhadap keberhasilan ini antara lain pemberdayaan UMK dan Rumah BUMN, _diffablepreneur_ berdaya, serta pengembangan desa wisata. Program Rumah BUMN, misalnya, berhasil menyerap 8.960 tenaga kerja dan melibatkan 20.297 mitra sebagai penerima manfaat. Program ini juga sukses mengantarkan 7.904 UMK binaan untuk berkembang ke tahap Go Digital, Go Modern, Go Online, dan Go Global.
Sementara itu, program _diffablepreneur_ berdaya berdampak pada 2.940 penerima manfaat. Pada program pengembangan desa wisata, sebanyak 154 UMK dilibatkan, menyerap 496 tenaga kerja, dan memberikan manfaat kepada 7.460 orang.
“PLN berkomitmen memberikan _multiplier effect_ bagi kesejahteraan masyarakat. Program TJSL PLN difokuskan untuk menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau _Sustainable Development Goals (SDGs)_,” ujar Darmawan.
Selain itu, PLN juga membina UMK dalam program pemberdayaan perempuan, _electrifying agriculture_, _electrifying marine_, serta pengelolaan _Fly Ash Bottom Ash_ (FABA). Pada 2023, sebanyak 4,03 ton FABA berhasil diolah melalui program PLN Peduli, memberikan manfaat kepada 38 penerima.
Dalam bidang pendidikan, PLN menjalankan program beasiswa, bantuan sekolah formal dan informal, serta pelatihan _soft skill_. “Program ini akan terus kami jalankan untuk menciptakan _Creating Shared Value (CSV)_, tidak hanya bagi penerima manfaat tetapi juga mendukung proses bisnis perusahaan,” tambah Darmawan.
Syairillah, pelaku UMK Salma Home Industri di Martapura, Kalimantan Selatan, merasakan manfaat program TJSL PLN. “Dengan adanya bantuan PLN, produksi dan penjualan meningkat, produk kami bersertifikat halal dan bisa masuk minimarket modern,” kata Syairillah.
Program pemberdayaan kaum disabilitas juga memberikan dampak signifikan, seperti yang dirasakan oleh kelompok UMK Batik Ciprat di Wonogiri, Jawa Tengah. “Kami berterima kasih kepada PLN karena bantuan ini sangat bermanfaat dan berhasil mengembangkan usaha kami,” kata Pengelola Batik Ciprat, Yoyok Ernowo.













