LAHAT, TRIKPOS.com— Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) tengah mengkaji pemanfaatan Sungai Lematang sebagai jalur angkutan batubara. Langkah ini dinilai bisa menjadi alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas jalan umum dan menjaga infrastruktur darat.
Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang mengatakan, survei lapangan dilakukan untuk memetakan potensi jalur Lematang yang terhubung ke Sungai Musi. Sungai Musi selama ini sudah dimanfaatkan sebagai jalur tongkang batubara berkapasitas besar.
“Kita ingin melihat sejauh mana alur sungai bisa dimanfaatkan, terutama untuk mengurangi beban jalan. Transportasi berbasis air bisa menjadi solusi jangka panjang,” kata Cik Ujang usai meninjau alur Sungai Lematang dan terminal khusus batubara di Lahat, Rabu (6/8).
Menurutnya, wilayah Muara Enim dan Lahat menjadi fokus kajian karena merupakan sentra pertambangan batubara. Namun, karakter Sungai Lematang yang pasang surut menjadi tantangan tersendiri.
“Kalau musim kemarau air surut, perahu saja bisa kandas. Tapi kalau musim hujan, debitnya besar. Ini harus dipastikan dengan survei teknis,” ujarnya.
Cik Ujang menuturkan, izin pendalaman alur sungai sudah dikantongi. Tahap selanjutnya adalah kajian kelayakan teknis dari instansi terkait. Jika hasilnya positif, jalur ini akan menjadi tambahan penting dalam sistem logistik batubara Sumsel.
Pemanfaatan sungai, lanjutnya, memberi keuntungan seperti efisiensi biaya, pengurangan emisi, dan penghematan biaya perawatan jalan. “Kalau kita bisa memaksimalkan jalur sungai, semua pihak diuntungkan: pengusaha nyaman, masyarakat aman, jalan tidak rusak,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah pusat, agar rencana ini berjalan optimal. Pemprov Sumsel berharap langkah ini dapat menciptakan sistem transportasi pertambangan yang efisien, berkelanjutan, dan mendorong percepatan investasi. (#)