Koreksi Tajam IHSG Jadi Momentum Pembenahan Pasar Saham

Foto : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan pemerintah terkait koreksi tajam IHSG dan upaya pembenahan pasar modal nasional dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

JAKARTA, TRIKPOS.com — Pemerintah menilai koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari 2026 sebagai momentum penting untuk membenahi tata kelola dan transparansi pasar modal nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran besar bagi otoritas pasar untuk memperkuat kepercayaan investor.

Berbicara dalam Indonesia Economic Summit di Shangri La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2026), Purbaya mengatakan, koreksi IHSG hingga mendekati 8 persen ke level 7.480 tidak bisa dilepaskan dari lemahnya respons terhadap peringatan lembaga internasional, khususnya Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, tentu harus ada evaluasi menyeluruh. Ini menjadi alarm bahwa tata kelola pasar harus diperbaiki,” ujar Purbaya.

Ia menilai, peringatan MSCI justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk membersihkan praktik-praktik yang merusak kredibilitas pasar, seperti manipulasi harga atau saham gorengan. Menurutnya, isu transparansi dan integritas pasar menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas IHSG dan kepercayaan investor global.

Purbaya mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya telah mendorong manajemen bursa untuk menertibkan praktik saham gorengan. Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal hingga akhirnya tekanan pasar terjadi.

“Peringatan dari MSCI itu sebenarnya hal baik. Itu bisa dijadikan pijakan untuk melakukan reformasi pasar secara lebih serius dan terukur,” kata dia.

Seiring dengan pengunduran diri pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), pemerintah berharap akan lahir kepemimpinan baru yang mampu mempercepat perbaikan tata kelola pasar modal, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan perlindungan investor.

Ke depan, Purbaya memastikan pemerintah akan memenuhi seluruh persyaratan MSCI, terutama terkait transparansi dan kualitas pengawasan pasar. Meski Kementerian Keuangan tidak terlibat langsung dalam operasional bursa, pemerintah akan mengambil peran menjaga stabilitas makroekonomi.

“Kami memastikan belanja pemerintah berjalan tepat waktu, likuiditas di pasar terjaga, dan iklim usaha terus membaik. Itu penting agar pasar keuangan kembali stabil dan ekonomi bergerak ke arah yang benar,” ujarnya.

Pemerintah berharap, langkah-langkah pembenahan ini dapat memulihkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat fondasi pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. (#)