Listrik Langsung Menyala, Warga Mulai Huni Huntara Danantara di Aceh Tamiang

Foto : Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya (kedua dari kanan), Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi (kiri) dan Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas (kanan) ,Kamis (8/1).

ACEH TAMIANG, TRIKPOS.com– Warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang mulai menempati rumah Hunian Sementara (Huntara) program Danantara. Sejak hari pertama dihuni, seluruh unit telah teraliri listrik berkat kesiapan PT PLN (Persero) yang menyiagakan personel dan infrastruktur kelistrikan di lokasi.

PLN menurunkan 60 personel khusus untuk memastikan penyambungan listrik berjalan lancar sekaligus menjaga keandalan pasokan selama masa awal hunian ditempati. Langkah ini memungkinkan warga segera beraktivitas dengan nyaman, termasuk pada malam hari.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengapresiasi gerak cepat PLN yang dinilai menjadi faktor penting dalam kelayakan Huntara. “Terima kasih kepada PLN yang bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak, sehingga warga bisa langsung menikmati penerangan di hunian sementara,” ujar Bima saat meninjau lokasi.

Apresiasi juga disampaikan Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas. Ia menilai penyediaan listrik di setiap unit Huntara mencerminkan kehadiran negara dalam masa pemulihan pascabencana. “PLN bekerja siang malam. Instalasi listrik bisa selesai kurang dari dua minggu, ini luar biasa,” katanya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, kesiapan listrik di Huntara merupakan bagian dari komitmen PLN menjalankan mandat pemerintah dalam program Danantara. “PLN tidak hanya menyambungkan listrik, tetapi juga menyiagakan personel khusus agar layanan tetap andal sejak awal hunian ditempati,” jelas Darmawan.

Ia menambahkan, secara paralel PLN mendukung penyediaan listrik untuk sekitar 15.000 unit Huntara di tiga provinsi. Khusus di Aceh Tamiang, listrik disiapkan untuk 600 unit Huntara beserta fasilitas umum pendukungnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Huntara Aceh Tamiang dirancang fleksibel sesuai kebutuhan warga. “Saat ini daya terpasang sementara sebesar 219 kVA, namun kapasitas yang kami siapkan hingga 600 kVA, didukung dua trafo 250 kVA dan satu trafo 100 kVA,” ungkapnya.

PLN juga telah membangun infrastruktur pendukung berupa 59 tiang listrik serta jaringan kabel sepanjang 3.628 meter. Ke depan, PLN memastikan percepatan penyambungan listrik terus dilakukan, baik untuk Huntara maupun Hunian Tetap (Huntap), agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menjalani kehidupan normal dengan dukungan listrik yang andal.