PLN Salurkan 1.000 Genset ESDM, Warga Aceh Kembali Nikmati Terang Pascabencana

Foto : Petugas PLN menyalurkan bantuan genset dari Kementerian ESDM kepada warga di desa terdampak banjir di Aceh,

ACEH , TRIKPOS.com– Aktivitas warga di sejumlah desa terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh perlahan kembali berjalan. Setelah berhari-hari hidup tanpa aliran listrik akibat kerusakan jaringan, bantuan 1.000 unit genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang didistribusikan PT PLN (Persero) menjadi sumber penerangan sementara bagi masyarakat.

Di Desa Pante Peusangan, Kabupaten Bireuen, suara mesin genset mulai terdengar dari fasilitas umum dan rumah ibadah. Bagi warga, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi penopang utama aktivitas sehari-hari di tengah masa pemulihan pascabencana.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM dan PLN atas bantuan genset ini,” ujar Nirwa, warga setempat, dengan mata berkaca-kaca.

Sebelumnya, banjir dan longsor memutus jaringan listrik di sejumlah wilayah Aceh, terutama desa-desa dengan akses terbatas. Hingga kini, beberapa daerah masih terisolasi sehingga menyulitkan pengangkutan material dan peralatan untuk pemulihan jaringan distribusi PLN.

Pengurus Musala Dusun Tanoh Rata, Desa Pante Peusangan, Muhammad Lidan, mengatakan kehadiran genset sangat membantu aktivitas ibadah dan komunikasi warga. “Sekarang ibadah malam bisa kembali berjalan. Penyampaian informasi ke warga juga sudah normal,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Pante Peusangan, Samsudin. Menurutnya, genset menjadi solusi vital sambil menunggu jaringan listrik pulih sepenuhnya..“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat. Atas nama pemerintah desa, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, PLN, dan semua pihak,” ujarnya.

Manfaat genset juga dirasakan warga Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Kepala Desa Riseh Tunong, Abdurrahman, menyebut genset dimanfaatkan untuk penerangan fasilitas umum, masjid, pesantren, hingga lokasi pengungsian.
“Sekarang masyarakat merasa lebih aman karena penerangan kembali tersedia,” katanya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, secara sistem kelistrikan Aceh telah terhubung kembali. Namun, pemulihan jaringan distribusi masih terkendala akses dan kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah.

“Jaringan tegangan tinggi sudah normal, tetapi jaringan rendah di beberapa lokasi belum bisa dimasuki. Atas arahan Presiden, kami bersama PLN menyalurkan 1.000 genset sebagai solusi sementara,” ujar Bahlil.

Bantuan genset difokuskan pada wilayah terdampak berat, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan daerah lainnya di Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan pemulihan kelistrikan menjadi prioritas utama perusahaan. PLN, kata dia, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk mempercepat perbaikan jaringan. “Kami berkomitmen memulihkan listrik secara bertahap dengan mengedepankan keselamatan dan keandalan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan genset menjadi jembatan sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Listrik adalah denyut kehidupan. Di tengah keterbatasan akses, kami pastikan masyarakat tetap mendapat penerangan sambil jaringan dipulihkan secara menyeluruh,” katanya.

Sinergi Kementerian ESDM, PLN, pemerintah daerah, dan berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat pemulihan, sehingga terang kembali menyala di seluruh wilayah Aceh.