MUARA ENIM , TRIKPOS.com— Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa tradisi Sedekah Bedusun merupakan warisan leluhur yang sarat nilai kebersamaan dan harus terus dijaga kelestariannya.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri perayaan Sedeqah Bedusun di Desa Muara Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Selasa (3/2/2026).
Menurut Herman Deru, di tengah arus modernisasi yang kian pesat, keberadaan lembaga adat dan tradisi lokal menjadi penopang penting dalam menjaga identitas dan keharmonisan masyarakat desa.
“Di tengah modernisasi seperti saat ini, masih ada lembaga adat yang menjaga kelestarian tradisi seperti Sedekah Bedusun. Ini menjadi bukti kuatnya silaturahmi dan persaudaraan warga,” ujarnya.
Gubernur mengaku memiliki keindahan tersendiri untuk kembali menyapa masyarakat Muara Lematang secara langsung. Ia menilai, meskipun teknologi memungkinkan kegiatan dilakukan secara virtual, pertemuan tatap muka tetap memiliki makna emosional yang lebih mendalam.
Desa Muara Lematang sendiri berada di wilayah paling ujung Kabupaten Muara Enim. Namun demikian, Herman Deru memastikan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keaslian rumah panggung yang menjadi ciri khas masyarakat pesisir sungai.
Menurutnya, rumah panggung bukan sekadar bentuk arsitektur, melainkan solusi cerdas warisan nenek moyang.
“Rumah panggung ini berfungsi mengantisipasi air pasang dan serangan binatang buas. Nenek moyang kita sudah tepat menerapkan konsep ini. Keasliannya harus dijaga,” jelasnya.
Desa Muara Lematang dilintasi dua sungai besar, yakni Sungai Lematang dan Sungai Musi. Kondisi ini menyebabkan abrasi akibat gelombang besar dan aktivitas tongkang yang melintas.
Menanggapi hal tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel akan melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun tanggul penahan abrasi.
Selain menyoroti aspek infrastruktur, Gubernur juga mendorong agar sejarah dan perkembangan dusun dicatat secara berkala melalui rembug desa sebagai bentuk dokumentasi dan evaluasi pembangunan.
Ia berharap melalui momentum Sedekah Bedusun, para petani di Muara Lematang memperoleh hasil panen yang lebih baik dan desa senantiasa dilimpahi keberkahan.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari ketersediaan benih, dampak limbah industri terhadap pertanian, hingga permintaan agar perusahaan sekitar mengutamakan tenaga kerja lokal.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Gubernur juga menyerahkan bantuan dana untuk TK/TPA Desa Muara Lematang dan meninjau langsung kondisi Sungai Lematang yang terdampak abrasi.
Tokoh masyarakat setempat, M. Thohir Qalbi, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Gubernur di desa mereka.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kehormatan besar bagi warga.
Sedekah Bedusun sendiri menjadi momentum memperkuat nilai berbagi, empati, dan rasa syukur. Tradisi ini bukan hanya memberi manfaat bagi penerima, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi yang memberi. (#)













