MUBA  

Jalan Nasional di Sumsel Rusak Bertahun-tahun, Aktivitas Warga Lumpuh, Harga Sembako Naik

MUBA, TRIKPOS.com— Kerusakan parah jalan nasional dan Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) di Sumatera Selatan kian memicu keresahan warga. Kondisi jalan yang rusak berat sejak 2025 hingga awal 2026 dinilai bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi telah berdampak langsung pada keselamatan, aktivitas ekonomi, hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sejumlah ruas terdampak berada di jalur Sekayu–Mangun Jaya–Beruge–Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), hingga Desa Ngulak, Kecamatan Sanga Desa. Kerusakan juga terjadi di wilayah perbatasan Kecamatan Muara Lakitan–Muara Kelingi–Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, hingga Kota Lubuk Linggau.

Tokoh masyarakat Sumsel, M Lekat Gonzales, menyebut kondisi jalan di wilayah tersebut sudah sangat memprihatinkan. Lubang besar, lumpur, dan genangan air membuat ruas jalan menyerupai kubangan, membahayakan pengguna jalan.

“Jalan sudah hancur lebur. Banyak kendaraan rusak, kecelakaan terus terjadi. Korban sudah berjatuhan,” kata Lekat saat ditemui di Sugi Waras.

Pantauan di lapangan, Rabu (14/1/2026), menunjukkan dari total sekitar 50 kilometer ruas Mangun Jaya–Sugi Waras–Keban–Macan Sakti, hanya sekitar 4 kilometer yang telah dibangun pada 2024–2025. Selebihnya masih dalam kondisi rusak parah dan kerap membuat kendaraan terjebak lumpur, terutama saat hujan.

Keluhan datang dari berbagai kalangan. Aktivitas pelajar, aparatur sipil negara, hingga pelaku usaha terganggu akibat sulitnya mobilitas. Pengguna jalan dari luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa dan wilayah lain di Sumatra, juga terdampak karena jalur tersebut merupakan akses penghubung antarwilayah.

“Kami susah berangkat sekolah. Kadang terlambat, kadang tidak bisa lewat sama sekali,” ujar seorang siswa SMA di Kecamatan Sanga Desa.

Lekat yang dikenal aktif menyuarakan perbaikan jalan nasional meminta perhatian langsung dari pemerintah pusat. Ia berharap Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan kementerian terkait untuk turun ke lapangan.

“Kami minta Presiden memerintahkan Menteri PUPR dan pihak terkait melihat langsung kondisi jalan. Ini sudah bertahun-tahun rusak, dampaknya bukan cuma kecelakaan, tapi juga harga sembako ikut naik,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Bupati Musi Banyuasin M Toha Tohet sempat meninjau lokasi usai keluhan warga viral. Bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, dilakukan ground breaking pembangunan jalan baru sepanjang sekitar 2 kilometer dari Desa Beruge menuju Sugi Waras.

Namun warga menilai upaya tersebut belum menyentuh persoalan utama. Selain rusak dan rawan longsor akibat tergerus Sungai Musi, kondisi jalan di tengah Desa Sugi Waras juga sempit dan padat. Kendaraan besar kerap melintas, bahkan pernah menabrak rumah warga, sehingga membahayakan anak-anak dan lansia saat menyeberang.

Warga berharap perbaikan menyeluruh segera dilakukan agar jalur nasional tersebut kembali layak dilalui dan tidak terus memakan korban. (#)