MUBA  

Prabowo Tekankan Sinergi Nasional: Jangan Ada Visi Daerah Berbeda dengan Presiden

Foto : Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

BOGOR, TRIKPOS.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sinergi penuh antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas nasional. Presiden meminta tidak ada lagi visi pembangunan daerah yang bertentangan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas yang mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut dihadiri kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet bersama Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan, Rakornas diikuti 4.011 peserta. Untuk pertama kalinya, seluruh wakil kepala daerah diwajibkan hadir bersama gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda.

“Rakornas ini bertujuan menciptakan kesamaan gerak dalam mengoptimalkan program strategis nasional 2026, mulai dari kebijakan ekonomi, ketahanan pangan, hingga penegakan hukum,” ujar Tito.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengingatkan para pemimpin daerah agar memahami sejarah Indonesia sebagai bangsa besar dengan kekayaan sumber daya alam yang kerap menjadi sasaran kepentingan global. Meski kerap dipandang sebagai impossible nation karena keberagamannya, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kearifan lokal.

Presiden juga menekankan pentingnya integritas pemimpin daerah. “Rakyat mendambakan pemimpin yang jujur, yang bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan untuk segelintir orang,” tegas Prabowo.

Selain itu, Presiden menginstruksikan efisiensi anggaran dengan menghentikan kegiatan seremonial dan program yang tidak produktif. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi visi daerah yang bertabrakan dengan visi nasional, serta meminta pengawasan ketat penggunaan anggaran, khususnya untuk mendukung program swasembada pangan dan energi.

Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal dan mengimplementasikan seluruh program strategis nasional di wilayahnya. Menurut dia, sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Rakornas tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda Musi Banyuasin, antara lain Dandim 0401/Muba Letkol Kav Fredy Christoma P.P., Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay, Kajari Muba Aka Kurniawan, serta Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan percepatan pembangunan daerah. (#)