OGAN KOMERING ILIR, TRIKPOS.com — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong penguatan sektor perikanan budidaya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai bagian dari strategi peningkatan ekspor daerah. Upaya tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan kincir air serta penguatan infrastruktur kelistrikan untuk tambak udang di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Selasa (17/2/2026).
Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Sekretariat Perkumpulan Petambak Udang Wahyuni Mandira dan dihadiri Bupati OKI Muchendi Mahzareki, General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi konsistensi masyarakat Sungai Menang dalam meningkatkan produktivitas tambak udang. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu sentra perikanan budidaya andalan Sumatera Selatan yang terus menunjukkan perkembangan positif.
“Saya sudah beberapa kali ke sini dan selalu melihat semangat yang sama. Produktivitasnya meningkat dan ini harus terus dijaga,” kata Herman Deru.
Gubernur menegaskan, penguatan tambak udang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi pasar domestik, tetapi juga diarahkan mendukung program Go Export yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Melalui program ini, pelaku usaha didorong agar aktivitas ekspor dicatat dan dibukukan di Sumsel sehingga memberikan dampak fiskal langsung bagi daerah.
Menurutnya, selama ini sejumlah komoditas unggulan Sumsel—termasuk hasil perikanan—masih diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, seiring belum beroperasinya Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pelabuhan samudera. Akibatnya, pencatatan ekspor belum sepenuhnya masuk ke Sumsel.
“Melalui Go Export, kita ingin transaksi ekspor tercatat di Sumsel agar dana bagi hasil dan kontribusi ekonomi kembali ke daerah,” ujarnya.
Herman Deru juga menyinggung stabilitas harga udang yang dinilai masih terjaga. Dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 15 ribu ton per tahun, Sungai Menang dinilai memiliki peluang besar menembus pasar ekspor, asalkan kualitas dan higienitas produksi dijaga secara konsisten.
Ia mengingatkan pentingnya perawatan peralatan tambak dan pengelolaan lingkungan agar produktivitas tetap berkelanjutan. Dukungan kelistrikan yang andal, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menjaga ritme produksi.
“Kincir dan trafo ini bukan sekadar bantuan, tetapi aset bersama yang harus dijaga agar manfaatnya berkelanjutan,” kata Herman Deru.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap petambak udang di Sungai Menang. Ia menilai dukungan infrastruktur kelistrikan sangat berpengaruh terhadap efisiensi produksi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, GM PLN UID S2JB Adhi Herlambang menegaskan komitmen PLN untuk terus mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui penambahan unit trafo serta rencana pembangunan jaringan listrik baru di kawasan tambak udang OKI.
Penguatan sektor tambak udang ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera Selatan dalam rantai pasok ekspor perikanan nasional. (*)














