OGAN KOMERING ILIR, TRIKPOS.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menerapkan pola baru dalam pelaksanaan Safari Ramadan 2026. Kegiatan yang selama ini identik dengan agenda malam hari kini digelar pada siang hari, seusai salat Zuhur dan Ashar, sebagai upaya menjaga efektivitas pelayanan publik tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah masyarakat.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati OKI Muchendi saat Safari Ramadan perdana di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, Rabu (25/2/2026). Menurut dia, perubahan waktu pelaksanaan merupakan bentuk penyesuaian pemerintah daerah terhadap kebutuhan warga selama bulan suci.
“Safari Ramadan tetap berjalan, silaturahmi terjaga, aspirasi terserap, dan masyarakat tetap leluasa menjalankan ibadah malam bersama keluarga,” kata Muchendi.
Ia menjelaskan, Safari Ramadan tidak dimaknai sekadar agenda seremonial, melainkan sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Dengan turun langsung ke desa, pemerintah dapat melihat secara nyata kebutuhan warga sekaligus memastikan program berjalan sesuai sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab OKI menyalurkan sejumlah bantuan sosial, antara lain bantuan dari Baznas Kabupaten Ogan Komering Ilir bagi fakir miskin dan anak yatim, bantuan Al Quran untuk masjid, serta program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Bumi Agung.
Muchendi menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan publik dan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah dituntut tetap hadir dan responsif, terutama di tengah tantangan fiskal.
“Pelayanan administrasi harus tetap berjalan, pembangunan tetap diupayakan, dan masyarakat harus merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.
Tahun ini, Safari Ramadan Pemkab OKI dijadwalkan berlangsung di 20 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Setiap rombongan dipimpin langsung oleh bupati dan wakil bupati sebagai bentuk penguatan koordinasi dan tanggung jawab kepemimpinan.
Selain kegiatan keagamaan dan penyaluran bantuan, Safari Ramadan juga dirangkaikan dengan program Lentera Desa, yang menghadirkan layanan publik langsung di desa, seperti pemeriksaan kesehatan gratis serta layanan administrasi kependudukan, termasuk pengurusan KTP dan Kartu Keluarga.
Melalui momentum Ramadan, pemerintah daerah berharap tercipta keseimbangan antara kekhusyukan ibadah masyarakat dan keberlanjutan pelayanan publik, sehingga roda pemerintahan tetap berjalan efektif di tengah bulan suci.
Penulis: Andi Burlian














