Atlet Disabilitas Sumsel Pertanyakan Bonus Peparnas yang Tak Kunjung Cair

Foto : Suasana Pengukuhan Atlet Pelatda Peparpenas XI Tahun 2025

PALEMBANG , TRIKPOS.com | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) meminta para atlet disabilitas dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di Solo, Jawa Tengah, Oktober 2024 lalu untuk bersabar terkait pencairan bonus yang dijanjikan.

Keluhan mulai bermunculan dari kalangan atlet disabilitas karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai bonus tersebut. Padahal, bonus bagi atlet PON di bawah naungan KONI Sumsel telah dicairkan pada akhir 2024 lalu.

“Bonus untuk atlet Peparnas sedang dalam proses. Insya Allah akan direalisasikan tahun ini. Kami masih menunggu kejelasan, apakah melalui pergeseran anggaran atau perubahan APBD di pertengahan tahun,” ujar Kepala Dispora Sumsel, H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si dalam keterangan persnya usai menghadiri Pengukuhan Tim Pelatda Peparpenas XI 2025 di Aula Bina Praja, Jumat (2/5/2025).

Rudi menyampaikan apresiasi tinggi kepada NPCI Sumsel atas capaian luar biasa yang membawa Sumsel menduduki peringkat ke-9 nasional dalam Peparnas XVII. Bahkan, Sumsel berada di atas Jawa Timur, membuktikan daya saing atlet disabilitas Sumsel di kancah nasional.

Ia pun berharap para atlet pelajar yang akan bertanding di ajang Peparpenas XI tahun ini di Solo bisa mengikuti jejak senior mereka dengan kembali menembus 10 besar.

“Janji bonus tetap akan ditepati. Kami upayakan semaksimal mungkin, hanya tinggal menunggu waktu,” tambahnya.

Terkait anggaran Pelatda yang juga menjadi sorotan, Rudi menjelaskan bahwa dana hibah tahunan bagi NPCI Sumsel saat ini masih dalam proses evaluasi dan diharapkan bisa segera dicairkan.

“Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa keluar. Untuk nominalnya, kemungkinan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” tutup Rudi.

Sementara itu, Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari, membenarkan bahwa para atlet Peparnas masih menanti kepastian bonus dari pemerintah. Ia berharap janji tersebut segera dipenuhi agar tidak mengurangi semangat para atlet.

Terkait persiapan menuju Peparpenas XI 2025, NPCI Sumsel telah menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sejak 14 April lalu dan resmi dikukuhkan hari ini dengan melibatkan 35 atlet dari lima cabang olahraga: para renang, para catur, para bulu tangkis, para tenis meja, dan para atletik.

“Di Peparpenas sebelumnya, masih banyak nomor yang belum diikuti. Tahun ini lebih lengkap, sehingga kami optimistis bisa kembali masuk 10 besar,” ujar Rian.

Namun, soal target medali, pihaknya masih melakukan kajian mendalam karena beberapa regulasi baru bisa memengaruhi peluang medali.

“Contohnya di kelompok TRW (Tuna Rungu Wicara), kami belum tahu apakah ada pembatasan peserta atau tidak. Jika ada, tentu akan berdampak pada potensi raihan medali,” jelasnya.

Pelatda akan berlangsung selama tiga bulan, dengan para atlet diinapkan di Swarna Dwipa Residence dan berlatih di Jakabaring Sport City (JSC) serta beberapa venue di luar JSC. Meski Pelatda telah berjalan, Rian menyebut pelaksanaannya masih didukung dengan dana mandiri karena bantuan dari pemerintah belum cair.

“Kami sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini. Yang penting kami tetap semangat dan fokus menjalani program latihan,” pungkasnya. (#)