PALEMBANG, TRIKPOS.com — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang Dewi Sastrani menegaskan pentingnya peran kader PKK sebagai penggerak perubahan sosial dalam membangun keluarga yang sehat, tanggap, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana.
Penegasan tersebut disampaikan Dewi saat membuka Pertemuan Peningkatan Kapasitas Kader Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Tahun 2026 yang digelar di The Sultan Convention Center, Kamis (12/2/2026).
Dalam arahannya, Dewi menyampaikan bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun ketangguhan masyarakat secara luas. Menurut dia, keluarga menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan, kesiapsiagaan, serta kualitas generasi penerus.
“Setiap keluarga adalah benteng pertama bangsa. Dari keluarga yang sehat dan tangguh akan lahir generasi yang kuat, berdaya saing, dan siap menghadapi berbagai tantangan,” kata Dewi di hadapan ratusan kader PKK.
Menindaklanjuti petunjuk teknis Tim Penggerak PKK Pusat periode 2025–2029, Dewi meminta setiap kelurahan di Kota Palembang memiliki minimal satu pilot project GKSTTB. Program tersebut harus disesuaikan dengan persoalan dominan di wilayah masing-masing agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“GKSTTB tidak boleh berhenti sebagai program administratif. Ini harus menjadi gerakan nyata yang hidup di tengah masyarakat dan mampu mendorong perubahan perilaku keluarga,” ujarnya.
Meski menjadi program unggulan Pokja IV, Dewi menekankan bahwa keberhasilan GKSTTB membutuhkan kolaborasi lintas sektor, penguatan karakter keluarga, serta partisipasi aktif masyarakat. Ia menilai sinergi tersebut penting agar upaya membangun ketangguhan keluarga berjalan berkelanjutan.
Dewi juga menyinggung capaian Kota Palembang yang meraih peringkat Terbaik Keempat Nasional pada 2024 melalui Pilot Project Peduli Lingkungan di Kelurahan 24 Ilir. Prestasi tersebut, menurut dia, menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program PKK ke depan.
Melalui peningkatan kapasitas kader, Dewi berharap prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan. Ia mengajak seluruh pengurus PKK, mulai dari tingkat kota hingga kelurahan, menyatukan visi dan langkah dalam mengimplementasikan program di lapangan.
“Manfaatkan pertemuan ini untuk menyerap ilmu dan pengalaman dari para narasumber. Jadilah agen perubahan sosial yang hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” ujar Dewi.
Penguatan peran kader PKK melalui GKSTTB diharapkan mampu menjadikan Palembang lebih siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. (#)













