PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat layanan kesehatan primer bagi masyarakat. Wali Kota Palembang Ratu Dewa meresmikan layanan rawat inap dan puskesmas ramah disabilitas di lima puskesmas, sekaligus menyerahkan 10 unit ambulans layanan 24 jam, Selasa (6/1/2026).
Peresmian dipusatkan di Puskesmas Basuki Rahmat, Jalan Sersan Sani, Kecamatan Kemuning. Lima puskesmas yang kini resmi memiliki layanan rawat inap tersebut yakni Puskesmas Basuki Rahmat, Alang-Alang Lebar, Sei Selincah, Sematang Borang, dan Sukarame.
Ratu Dewa mengatakan, penguatan layanan rawat inap di puskesmas merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat dapat memperoleh penanganan medis lanjutan tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit.
“Ini merupakan komitmen nyata Pemerintah Kota Palembang. Kehadiran puskesmas rawat inap akan membuat pelayanan kesehatan lebih efektif, efisien, dan mudah dijangkau masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Saat ini, Palembang memiliki 42 puskesmas dan 67 puskesmas pembantu yang tersebar di 18 kecamatan. Selama ini, sebagian besar puskesmas hanya melayani rawat jalan dan persalinan. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia, baru sekitar 41 persen puskesmas di Indonesia yang memiliki layanan rawat inap.
“Melihat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, penguatan puskesmas rawat inap menjadi sebuah keharusan,” ujarnya.
Ratu Dewa menambahkan, program puskesmas rawat inap telah dimulai sejak Mei 2025 dengan diresmikannya layanan perdana di Puskesmas Pembina Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring. Memasuki 2026, Pemkot Palembang kembali memperluas layanan tersebut ke lima puskesmas pembina lainnya.
Selain itu, Puskesmas Basuki Rahmat juga resmi menerapkan layanan ramah disabilitas, menyusul Puskesmas Sosial yang lebih dulu mengimplementasikan konsep serupa. Untuk mendukung respons cepat layanan kesehatan, Pemkot Palembang turut menyerahkan 10 unit ambulans yang beroperasi selama 24 jam.
“Ini adalah bentuk komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga Palembang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Hj Fenty Aprina mengatakan pengembangan puskesmas rawat inap merupakan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Ia menargetkan setiap kecamatan ke depan memiliki minimal satu puskesmas rawat inap.
“Pada 2026 ditargetkan ada tujuh puskesmas rawat inap. Kami juga terus meningkatkan fasilitas ramah disabilitas agar layanan kesehatan dapat diakses tanpa diskriminasi,” ujar Fenty.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Selatan M Adrian Agustiansyah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dr Trisnawarman, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Edy Surlis, jajaran perangkat daerah Pemkot Palembang, serta para kepala puskesmas se-Kota Palembang. (*)












