POLEMIK PEGAWAI HONORER DI PALEMBANG: PJ WALIKOTA & DPRD DIMINTA CARI SOLUSI

Ketua Lentera Hijau Sriwijaya, Febri

TRIKPOS.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang diharapkan segera mencari solusi atas nasib pegawai honorer yang tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024.

Ketua Lentera Hijau Sriwijaya, Febri, menegaskan pentingnya pemerintah untuk mengakomodir para tenaga honorer yang tidak lolos seleksi. Ia mengusulkan pengangkatan mereka sebagai PPPK paruh waktu sebagai alternatif untuk memberikan kepastian nasib dan menghindari ketimpangan sosial.

“Kami meminta pemerintah segera melakukan kajian mendalam dan menemukan solusi konkret untuk masalah ini,” ujar Febri.

Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Palembang, yang dapat diatasi dengan memangkas program-program yang dianggap belum prioritas. Usulan ini diharapkan dapat disampaikan kepada DPRD Palembang untuk mendapatkan persetujuan langkah strategis yang lebih jelas.

Menurut Febri, polemik ini telah memicu kecemburuan sosial di kalangan tenaga honorer, terutama antara mereka yang berhasil diangkat menjadi PPPK dan yang tidak. Ia bahkan mencurigai adanya indikasi intervensi, permainan kotor, hingga tindakan gratifikasi dalam proses seleksi tersebut.

Oleh karena itu, ia meminta Penjabat (PJ) Walikota melalui Inspektorat, BKSDM, dan dinas terkait untuk mendalami permasalahan ini.

“Jika tidak ada tindak lanjut yang tegas, masalah ini hanya akan memperburuk kondisi sosial di lingkungan tenaga kerja,” pungkasnya.

Polemik ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, dan desakan kepada Pemerintah Kota Palembang untuk segera bertindak kian menguat. (Wan)