Rutan Kelas I Palembang Siapkan Program Kejar Paket bagi Warga Binaan

Foto : Kepala Rutan Kelas I Palembang M. Rolan saat menyampaikan rencana program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan dalam pertemuan bersama jurnalis di Aula Rutan, Senin (16/3/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Palembang mulai menyiapkan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan sebagai upaya memperluas akses belajar bagi mereka yang sempat terhenti pendidikannya.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menggulirkan 15 program akselerasi pada awal 2026, salah satunya di sektor pendidikan.

“Program ini memberi kesempatan bagi warga binaan yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui skema kesetaraan,” ujar Rolan saat silaturahmi bersama jurnalis di Aula Rutan Kelas I Palembang, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program akan menggandeng lembaga pendidikan dan instansi terkait guna menyediakan tenaga pengajar serta sistem pembelajaran yang sesuai. Realisasi program ditargetkan berlangsung setelah Idulfitri 2026.

Saat ini, pihak rutan tengah melakukan pendataan warga binaan yang berpotensi mengikuti program tersebut, terutama mereka yang belum menuntaskan pendidikan dasar dan menengah.

“Pendataan sedang kami lakukan, termasuk untuk peserta paket A, B, dan C. Ini penting agar program berjalan tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, Rutan Kelas I Palembang juga menyiapkan sarana penunjang kegiatan belajar. Di tengah keterbatasan ruang akibat overkapasitas penghuni yang mencapai sekitar 1.600 orang, pengelola rutan mengoptimalkan fasilitas yang ada.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengalihfungsikan ruang gudang menjadi ruang kelas.

“Kami memanfaatkan ruang yang tersedia agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan, meski kondisi rutan cukup padat,” ujar Rolan.

Ia menekankan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Pemerintah Kota Palembang.

Menurut Rolan, pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik.

“Harapannya, mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki masa depan setelah menjalani masa pidana,” kata dia. (#)