Simulasi TKA di Palembang Terkendala Server, Kesiapan Ujian Digital Disorot

Caption : Sejumlah siswa mengerjakan soal simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara daring di Kota Palembang

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus peluncuran Try Out TKA tingkat SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Palembang menjadi ujian awal kesiapan digital pendidikan di daerah. Kegiatan yang diikuti ribuan siswa ini diharapkan menjadi sarana pemetaan kemampuan akademik, namun di lapangan masih dihadapkan pada kendala teknis akses daring.

Sejumlah peserta melaporkan kesulitan mengakses sistem ujian akibat server yang mengalami penurunan kinerja seiring tingginya jumlah pengguna yang masuk secara bersamaan. Gangguan tersebut menyebabkan halaman ujian sulit dimuat, proses login terhambat, hingga waktu pengerjaan yang tergerus.

Kondisi ini memunculkan catatan penting terkait kesiapan infrastruktur teknologi informasi dalam pelaksanaan evaluasi akademik berbasis digital, khususnya untuk kegiatan berskala besar.

Salah satu peserta, M. Jabbar Al Hadi, siswa kelas IX, mengaku mengalami kendala sejak awal simulasi dimulai. Ia harus berulang kali mencoba masuk ke sistem sebelum akhirnya dapat mengerjakan soal.

“Proses login lama sekali, sempat keluar sendiri. Kami jadi khawatir karena waktu terus berjalan sementara soal belum terbuka,” ujarnya.

Menurut Jabbar, simulasi idealnya memberi pengalaman yang mendekati kondisi ujian sesungguhnya. Namun gangguan teknis justru berpotensi memengaruhi konsentrasi dan hasil pengerjaan siswa.

“Kalau sistemnya bermasalah, hasilnya bisa tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya,” katanya.

Hal serupa disampaikan siswa lain, KMS. M. Nayaza Alief. Ia mengaku tertinggal waktu karena halaman soal baru dapat diakses setelah menunggu cukup lama, sementara peserta lain sudah mulai mengerjakan.

“Ada yang sudah mulai, saya masih menunggu. Waktunya tetap berjalan, jadi rasanya kurang adil,” ujarnya.

Meski demikian, para siswa menilai program TKA dan try out daring tetap penting sebagai bagian dari persiapan akademik. Mereka berharap kendala teknis ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan ujian berbasis digital dapat berlangsung lebih optimal dan merata.

Simulasi TKA ini sekaligus menjadi refleksi bahwa transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program, tetapi juga kesiapan infrastruktur yang mampu mengakomodasi beban akses besar secara bersamaan.

(Hasan Basri)