Syaiful Fadli Soroti Nilai Sejarah Pawai Sungai Musi di Haul Datuk Kiai Marogan

PALEMBANG, TRIKPOS .com — Rangkaian Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125 tahun kembali menyedot perhatian publik. Ribuan jemaah memadati Sungai Musi dalam pawai religi dan napak tilas menggunakan kapal dari kawasan Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Ki Marogan, Palembang, Minggu (11/1/2026).

Tradisi tahunan tersebut tak hanya menjadi bagian dari peringatan haul ulama besar Palembang itu, tetapi juga menghadirkan pemandangan unik berupa konvoi kapal di Sungai Musi yang sarat nilai sejarah dan spiritual.
Jemaah datang dari berbagai daerah, mulai dari Palembang, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, hingga luar Sumatera Selatan seperti Bangka. Mereka mengikuti perjalanan sungai menggunakan armada ponton, ketek, hingga kapal bantuan dari TNI dan Dinas Perhubungan.

Ketua Perkumpulan Zuriat Masagus-Masayu Palembang Darussalam (PZMMPD), Mgs Saipul Padli, mengatakan haul Datuk Kiai Marogan merupakan momentum penting untuk mengenang peran ulama besar dalam penyebaran Islam di Palembang, khususnya kawasan Muaro Ogan.

“Haul ini bukan sekadar peringatan, tetapi juga ruang silaturahmi umat serta upaya meneladani nilai perjuangan, keikhlasan, dan akhlak Datuk Kiai Marogan,” kata Saipul Padli.

Ia juga mengajak seluruh jemaah menjaga ketertiban, kekhusyukan, dan kebersihan selama rangkaian acara berlangsung agar kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Sementara itu, Ketua Panitia Masjid Lawang Kidul, Mgs Kamil, menjelaskan kegiatan di Masjid Lawang Kidul menjadi titik awal sebelum seluruh jemaah bergerak menuju Masjid Ki Marogan.

“Acara diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan doa bersama. Setelah itu, jemaah mengikuti napak tilas menggunakan kapal menyusuri Sungai Musi,” ujarnya.

Antusiasme peserta tahun ini disebut meningkat signifikan. Panitia memperkirakan jumlah jemaah yang mengikuti napak tilas mencapai lebih dari 500 orang dan berpotensi mendekati 1.000 jemaah.

Tak hanya jemaah lokal, kegiatan ini juga menarik minat peziarah dan wisatawan dari luar daerah. Pawai sungai bernuansa religi tersebut dinilai memperkuat identitas Palembang sebagai kota bersejarah yang tumbuh bersama Sungai Musi.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menilai tradisi pawai sungai dalam haul Datuk Kiai Marogan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata religi unggulan.

“Kegiatan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri. Orang datang ke Palembang tidak hanya untuk wisata kota, tetapi juga wisata religi dan sejarah,” ujarnya.