PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan program Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Gebrak Rutilahu) Tahun 2026 sebagai upaya mempercepat penanganan hunian tidak layak di daerah.
Peluncuran dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Jalan Pantai Musi, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Selasa (5/5/2026).
Herman Deru mengatakan, program tersebut dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
“Program ini melibatkan korporasi, BUMN, BUMD, serta sektor swasta untuk bersama-sama membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan lintas sektor diharapkan dapat mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong partisipasi tokoh masyarakat hingga tingkat desa agar program tersebut berjalan lebih luas dan merata.
“Harapannya, semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Herman Deru.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyebutkan, di Kota Palembang terdapat 3.067 unit rumah tidak layak huni yang menjadi target perbaikan.
Menurut dia, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan dukungan dari pemerintah pusat, APBD, serta kontribusi pemangku kepentingan lainnya.
“Targetnya, pada 2027 seluruh rumah tidak layak huni tersebut dapat diselesaikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Gebrak Rutilahu diharapkan menjadi gerakan bersama yang mampu mempercepat terwujudnya hunian layak bagi masyarakat.
Pemerintah daerah optimistis melalui kolaborasi lintas sektor, program tersebut dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga. (#)















