Temui GMKI, Ratu Dewa Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi dan Buka Kolaborasi Bangun Palembang

Foto : Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menerima audiensi pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palembang di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (22/1/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com — Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Palembang di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan toleransi antarumat beragama hingga peluang kolaborasi strategis dalam pembangunan kota.

Ratu Dewa mengatakan, dalam audiensi itu GMKI Palembang mengundang jajaran Pemerintah Kota Palembang untuk menghadiri perayaan Natal bersama kader GMKI dan umat Kristiani yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari 2026 di GPIB Sekojo.

Selain agenda keagamaan, GMKI juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait isu-isu krusial di Kota Palembang. Mulai dari persoalan persampahan, genangan air, kemacetan di titik-titik rawan, hingga masukan kebijakan pembangunan dan kemasyarakatan berbasis kajian ilmiah.

“Mereka siap berkolaborasi dan tetap menjadi mitra pemerintah. Secara konseptual, GMKI memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik,” ujar Ratu Dewa.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk terus menjaga dan memperkuat predikat Palembang sebagai kota dengan tingkat toleransi antarumat beragama yang baik.

Sementara itu, Ketua GMKI Palembang Kristi Ayuning Manurung mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Ratu Dewa. Menurutnya, berbagai kemajuan terlihat meski masa kepemimpinan wali kota terbilang masih singkat.

“Dalam waktu yang relatif singkat, kemajuan Palembang cukup signifikan. Kinerja Pemkot saat ini sangat baik dan patut diapresiasi,” kata Kristi.

Ia menambahkan, GMKI hadir sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis bagi pemerintah. GMKI berharap kolaborasi ke depan dapat mendorong terwujudnya Palembang yang lebih sejahtera dengan semangat toleransi yang semakin kuat.

“Toleransi di Palembang sudah sangat baik. Harapan kami ke depan benar-benar terwujud zero conflict, sehingga Palembang menjadi kota yang damai di tengah keberagaman,” pungkasnya. (#)