Terkendala Proses Pembaharuan Administrasi, Ini Penyebab Feeder LRT Palembang Diberhentikan Sementara

Foto : Kepala Dinas Perhubungan kota Palembang, Sariansyah Ismail, S.STP., M.Si.

PALEMBANG, TRIKPOS.com | Layanan transportasi umum di Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang meliputi Feeder LRT Musi Emas dan Teman Bus, menghentikan operasional sementara mulai Senin (1/11/2026). Penghentian tersebut berkaitan dengan pembaruan administrasi dan proses verifikasi kontrak layanan.

Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan layanan transportasi tersebut dapat kembali beroperasi setelah proses pembaharuan administrasi dan verifikasi kontrak diselesaikan.

Berdasarkan informasi pengelola, terdapat empat layanan yang terdampak penghentian sementara, yakni Feeder Koridor 1 dengan rute Talang Kelapa–Talang Buruk, Feeder Koridor 2 dengan rute Asrama Haji–Sematang Borang, Bus Mikro Koridor 2 dengan rute Terminal Sako–Palembang Icon, serta Bus Mikro Koridor 5 dengan rute Tanjung Barangan–Stasiun LRT Bumi Sriwijaya.

Kepala Dinas Perhubungan kota Palembang, Sariansyah Ismail, S.STP., M.Si., menjelaskan penghentian sementara tersebut terjadi karena adanya kendala dalam pembaruan administrasi, termasuk proses pembaruan dan verifikasi kontrak penyelenggaraan layanan transportasi.

Menurutnya, proses administrasi tersebut perlu diselesaikan agar operasional layanan dapat kembali berjalan.

“Betul sekali. Jadi mudah-mudahan bisa kita dorong agar cepat beroperasi kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan trikpos.com mengenai penyebab penghentian layanan.

Ia berharap proses penyelesaian administrasi dapat berjalan lancar sehingga layanan Feeder LRT dan Teman Bus segera kembali melayani masyarakat.

Dishub pun memperkirakan operasional transportasi tersebut dapat pulih. Namun, kepastian tanggal pengoperasian kembali masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan verifikasi kontrak.

Di tengah penghentian sementara tersebut, Dishub menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Masyarakat yang selama ini menggunakan layanan feeder maupun Teman Bus untuk bekerja, mengantar anak sekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya diimbau memanfaatkan moda transportasi alternatif yang tersedia di Kota Palembang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Bagi masyarakat yang bekerja maupun mengantarkan anak sekolah, bisa mencari alternatif dengan menggunakan moda transportasi lain yang juga tersedia di Kota Palembang,” katanya.

Penghentian sementara ini menjadi perhatian, mengingat layanan feeder dan Teman Bus berperan sebagai penghubung mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju sejumlah kawasan permukiman dan stasiun LRT.

Masyarakat kini menunggu kepastian operasional kembali layanan tersebut. Penyelesaian pembaruan administrasi dan verifikasi kontrak diharapkan dapat segera dilakukan agar aktivitas transportasi umum kembali berjalan normal dan kebutuhan mobilitas warga tidak terganggu lebih lama.

Laporan : WAN

Exit mobile version