KAYUAGUNG , TRIKPOS.com – Dinamika internal PDI Perjuangan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mengemuka. Abdiyanto, kader senior sekaligus mantan Ketua DPC PDIP OKI dan eks Ketua DPRD OKI periode 2019–2024, resmi menyatakan keluar dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Surat pengunduran diri Abdiyanto diantarkan langsung ke Sekretariat DPC PDIP OKI di Kayuagung, Senin (26/1/2026). Meski diserahkan hari ini, ia mengungkapkan surat tersebut telah ditandatangani sejak 22 Januari 2026.
Langkah politik ini diambil Abdiyanto setelah namanya tak lagi masuk dalam struktur kepengurusan PDIP OKI dan hanya berstatus sebagai anggota biasa. Ia menegaskan keputusan tersebut merupakan sikap politik personal yang telah dipertimbangkan secara matang bersama keluarga.
“Saya minta jangan ditafsirkan macam-macam. Ini bukan kekecewaan, tapi sikap politik saya menyikapi kondisi internal PDIP setelah penetapan kepengurusan. Ada pandangan tertentu sehingga saya diistirahatkan,” kata Abdiyanto kepada wartawan.
Sejak pertama kali menjadi anggota DPRD OKI pada 2004, Abdiyanto mengaku memiliki ikatan kuat dengan masyarakat dan merasa memikul tanggung jawab moral untuk terus berbuat. Namun, menurutnya, ruang politik itu kini tak lagi tersedia.
“Kalau ruang itu tidak ada atau tidak diberikan, tentu saya harus mencari alternatif lain. Ini bukan soal emosi, tapi tanggung jawab kepada masyarakat,” tegasnya.
Abdiyanto juga menepis anggapan bahwa keputusannya keluar dari PDIP merupakan bentuk pengkhianatan. Ia menilai seluruh partai politik memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Saya ini anak ideologis Bung Karno. Membela rakyat dan mengentaskan kemiskinan itu nilai utama. Partai hanya kendaraan untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya.
Menariknya, Abdiyanto menyebut pengunduran dirinya justru sebagai bentuk menjaga marwah PDIP. Dengan status non-struktural, ia khawatir aktivitas politik dan sosial yang dijalaninya berpotensi disalahartikan dan berdampak pada citra partai.
“Saya khawatir nanti ada hal negatif lalu orang bilang, ‘itu anggota PDIP’. Lebih baik saya mundur agar nama baik PDIP tetap terjaga,” katanya.
Ia menegaskan, langkah politik yang akan ditempuh ke depan tidak lagi membawa nama PDIP. Namun jika ada hal positif yang dihasilkan, ia meyakini tetap akan berdampak baik bagi partai, mengingat perjalanan panjangnya tak bisa dipisahkan dari PDIP.
“Abdiyanto dikenal karena PDIP. Sejak 1996 saya berpolitik, tak pernah terbayang sampai di titik ini. Tapi ini jalan yang harus saya tempuh, justru karena kecintaan saya pada PDIP,” pungkasnya. (#)

















