PALEMBANG, TRIKPOS.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menyoroti persoalan judi online, pinjaman online (pinjol), dan tekanan ekonomi sebagai tantangan serius yang dapat menggerus ketahanan keluarga dan harmoni sosial di Sumsel.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Puncak Perayaan Natal Oikumene Sumsel 2025 yang digelar di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC), Jumat (9/1/2026) malam.
Menurut Herman Deru, konflik sosial yang muncul di tengah masyarakat bukan disebabkan oleh perbedaan agama, melainkan lebih banyak berakar dari persoalan keluarga yang tidak tertangani dengan baik.
“Masalah yang sering muncul justru berasal dari dalam keluarga. Judi online, pinjol, dan tekanan ekonomi memicu konflik rumah tangga hingga perceraian. Ini yang harus kita hadapi bersama,” kata Herman Deru dalam sambutannya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan stabilitas daerah. Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan lebih harmonis dan pembangunan dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengajak umat Kristen dan Katolik menjadikan perayaan Natal Oikumene sebagai momentum memperkuat nilai-nilai perdamaian, kepedulian, dan solidaritas sosial.
“Nilai ajaran agama, termasuk yang tertuang dalam Injil, mengajarkan perdamaian dan saling mengasihi. Nilai inilah yang menjadi kekuatan Sumsel selama ini,” ujarnya.
Herman Deru mengungkapkan, berbagai penghargaan nasional yang diraih Sumsel pada akhir periode pertama kepemimpinannya tidak terlepas dari situasi daerah yang kondusif dan kehidupan masyarakat yang rukun.
Sementara itu, Ketua Presidium Organisasi Kristen dan Katolik Sumsel, Romo Simon, mengatakan perayaan Natal Oikumene menjadi ajang refleksi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Ia juga mengajak umat mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam, termasuk banjir di wilayah Belitang, Kabupaten OKU Timur.
Tema Natal Oikumene Sumsel 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, menurut Romo Simon sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana keluarga menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan sosial.
Puncak perayaan Natal Oikumene berlangsung khidmat dan ditutup dengan penampilan Paduan Suara Colour Choir. Acara tersebut dihadiri ASN, TNI, Polri, Anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva Herman Deru, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.












