PALEMBANG, TRIKPOS.com — Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang kini menempati posisi ketiga penghasil gabah nasional, ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) pemerintah pusat untuk didorong menjadi produsen gabah nomor satu di Indonesia.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kementerian Pertanian bersama Bupati Banyuasin, Askolani, di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPRMP) Kementan, Senin (28/7).
“Askolani memaparkan berbagai potensi sekaligus tantangan sektor pertanian Banyuasin, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, pestisida, hingga perbaikan irigasi rawa. ‘Rencana pemerintah pusat ini menjadi berkah luar biasa, dan kami siap menjadikan Banyuasin lumbung pangan nomor satu di Indonesia,’ ujar Askolani.”
Meski begitu, Askolani tak menutup mata terhadap sejumlah kendala, seperti saluran irigasi yang dangkal, produktivitas padi yang belum maksimal, hingga keterbatasan alat mesin pertanian. Namun ia optimistis, FGD ini menjadi langkah awal menyatukan persepsi sebelum masuk ke tahap implementasi konkret.
Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, menjabarkan strategi penguatan sektor pertanian Banyuasin, antara lain distribusi benih unggul, perbaikan mekanisme penyaluran pupuk, transformasi pertanian tradisional ke modern, hingga optimalisasi lahan rawa. Ia juga menyinggung program IMMACo (Indonesian Millennial for Modern Agriculture Corporation) seluas 10 ribu hektare di Muara Telang dan Tanjung Lago, yang akan kembali diperluas pada periode 2025–2026.
“Banyuasin harus segera menyusun masterplan pertanian agar target nomor satu penghasil gabah nasional bisa tercapai,” tegas Sam.
Dukungan terhadap rencana ini datang dari berbagai pihak. Plt Kepala Wilayah Bulog Sumbagsel, Rasiwan, menyebut 60 persen pasokan Bulog Sumsel berasal dari Banyuasin. “Jelas Banyuasin penyumbang terbesar gabah di Indonesia, dan kami siap mendukungnya jadi nomor satu,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, juga optimistis dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
FGD turut dihadiri sejumlah pejabat Banyuasin, termasuk Sekda Erwin Ibrahim, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sarip, Plt Kepala Dinas PUPR Riyan Aditya Saputra, Kepala Dinas PMD Rayan Nurdinsyah, dan Kepala Dinas Kominfo-SP Salni Pajar. (#)