PALEMBANG, TRIKPOS.com — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung menggelar Ngabuburit Spectaxcular 2026 sebagai bagian dari Kampanye Simpatik Pajak Tahun 2026. Kegiatan berlangsung Selasa (3/3/2026) sore di Gedung Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel, Palembang, dan dirancang untuk mendekatkan layanan perpajakan kepada masyarakat selama bulan Ramadan.
Acara yang digelar pukul 15.00–18.30 WIB itu mengombinasikan pendekatan edukatif dan kolaboratif melalui UMKM Expo tenant binaan Kementerian Keuangan Sumatera Selatan, gerai pelaporan dan konsultasi pajak oleh KPP se-Kota Palembang, serta talkshow perpajakan yang menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor.
Talkshow menghadirkan Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel Retno Sri Sulistyani, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan Yossi Hervandi, Ketua PWNU Sumatera Selatan K.H. Hendra Zainuddin, serta Ketua GAPKI Sumatera Selatan Alex Sugiarto. Diskusi menyoroti penguatan kepatuhan pajak, transformasi digital layanan, hingga peran nilai integritas dalam praktik perpajakan.
Dalam sambutannya, Retno Sri Sulistyani menegaskan bahwa Ngabuburit Spectaxcular merupakan adaptasi pelayanan Direktorat Jenderal Pajak di bulan Ramadan. Selain dialog publik, DJP membuka layanan pelaporan dan konsultasi di luar jam kerja guna memudahkan wajib pajak.
Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi pelaporan SPT Tahunan Tahun Pajak 2025 yang untuk pertama kalinya sepenuhnya menggunakan Coretax DJP. DJP menyadari masa transisi sistem baru menghadirkan tantangan, sehingga pendampingan disiapkan melalui layanan tatap muka dan kanal konsultasi daring agar pelaporan dapat dilakukan lebih sederhana dan efisien.
Dari sisi pemerintah daerah, Kepala BPKAD Sumsel memaparkan dinamika koordinasi aktivasi akun Coretax, pembuatan kode otorisasi, hingga pelaporan SPT ASN di lingkungan Pemprov Sumsel. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci kelancaran proses tersebut. Sementara itu, Ketua GAPKI Sumsel berbagi pengalaman dunia usaha dalam beradaptasi dengan Coretax dan menegaskan komitmen pelaku usaha untuk tetap patuh mendukung transformasi digital perpajakan.
Perspektif keagamaan turut menguatkan pesan acara. Ketua PWNU Sumsel mengajak masyarakat memaknai Ramadan sebagai momentum penguatan integritas, bahwa pelaporan dan pembayaran pajak selaras dengan nilai kejujuran dan amanah.
Melalui Ngabuburit Spectaxcular 2026, Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel berharap kepatuhan pelaporan SPT Tahunan meningkat, sinergi antarlembaga kian kuat, serta tumbuh kesadaran kolektif bahwa pajak sebagaimana ibadah berlandaskan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. (#)














