SUMSEL  

Segera Dikukuhkan, 14 Ormas Sumsel Berhimpun dalam Koalisi 2026–2030, Garda Djoss Siap Perkuat Persatuan

Foto : ketua umum D'Joss Mardian

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Sebanyak 14 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumatera Selatan bersiap berhimpun dalam Koalisi Ormas Sumatera Selatan periode 2026–2030. Pembentukan koalisi ini menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi, membangun persaudaraan, serta menyatukan peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga kondusivitas daerah.

Koalisi tersebut dijadwalkan dikukuhkan pada 9 November 2026 di Hotel Aryaduta Palembang. Mengusung tema “Bersatu dalam Persaudaraan – Satukan Barisan, Kuatkan Persaudaraan”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan ant ormas di Sumatera Selatan.

Dalam struktur kepengurusan koalisi, M. Yusuf Malaya dipercaya sebagai Ketua Umum, sedangkan Ustaz Amak Shahab ditunjuk sebagai penasihat.

Kehadiran kedua tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi di antara organisasi yang tergabung dalam koalisi.

Berdasarkan informasi dalam materi pengukuhan, terdapat 14 organisasi kemasyarakatan yang bergabung, yakni:

* Pemuda Pancasila (PP), dipimpin Syamsu.

* Pemuda Panca Marga (PPM), dipimpin Anwar.

* PEKAT IB, dipimpin Suparman R.

* GRIB Jaya, dipimpin Hasbi.

* Harimau Sumatera Bersatu, dipimpin Amri.

* Forum Cakar Sriwijaya, dipimpin Gery.

* GBR Sriwijaya, dipimpin Ferry King.

* GAPAI-RI, dipimpin Afrizal Muslim.

* Petanesia, dipimpin Herman.

* GMSSPK, dipimpin Riijal.

* PMPB Sumsel, dipimpin M. Yusuf Malaya.

* PERMASKOT Palembang, dipimpin M. Rollis.

* Laskar Merah Putih (LMP), dipimpin Edward.

* Garda Djoss, dipimpin Mardian.

Bergabungnya belasan organisasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Salah satu organisasi yang tergabung dalam koalisi tersebut adalah DPP Garda Djoss yang dikomandoi Mardian. Organisasi ini menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam memperkuat persatuan serta menjalankan program-program koalisi.

Ketua DPP Garda Djoss, Mardian, mengatakan keikutsertaan organisasinya bukan sekadar menjadi bagian dari koalisi, melainkan juga bentuk komitmen untuk membangun persaudaraan dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Koalisi ini adalah rumah besar. Di sini tidak ada ormas besar dan ormas kecil. Semua sama. Garda Djoss datang bukan untuk sekadar mencantumkan nama, tetapi membuktikan kesiapan menjadi bagian dari penjaga loyalitas dan perekat persaudaraan. Instruksi Ketua Umum menjadi komando bagi kami,” ujar Dian.

Menurut dia, Garda Djoss siap mendukung agenda koalisi dengan mengedepankan solidaritas, kedisiplinan organisasi, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Koalisi Ormas Sumsel diharapkan menjadi wadah komunikasi bersama bagi seluruh organisasi yang tergabung. Pendekatan dialogis dan kekeluargaan juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antarlembaga.

Pengukuhan Koalisi Ormas Sumatera Selatan periode 2026–2030 pada 9 November mendatang akan menjadi agenda awal konsolidasi organisasi.

Setelah pengukuhan, koalisi berencana menjalankan sejumlah program, di antaranya kegiatan bakti sosial, mendukung terciptanya suasana kondusif menjelang dan selama tahapan pemilu, serta membangun kemitraan yang konstruktif dengan pemerintah daerah.

Bagi Garda Djoss, bergabung dalam koalisi tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi organisasi dalam kegiatan kemasyarakatan.

Melalui wadah bersama ini, 14 ormas diharapkan dapat membangun sinergi dengan tetap menjaga karakter dan identitas masing-masing organisasi.

Laporan : WAN

Exit mobile version