PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) menghadapi masa purna tugas secara matang, baik dari sisi mental, sosial, maupun ekonomi.
Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Dr. Drs. H. Edward Candra, MH, saat membuka kegiatan Gathering PNS Satu Tahun Menjelang Pensiun di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Senin (22/12/2025).
Edward Candra menilai, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan fase transisi yang perlu dipersiapkan secara terencana agar tidak menimbulkan keterkejutan bagi ASN. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting adanya pembekalan menyeluruh menjelang batas usia pensiun (BUP).
“Persiapan pensiun harus dilihat secara komprehensif. Bukan hanya soal administrasi, tetapi juga kesiapan psikologis, sosial, dan ekonomi,” kata Edward dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan gathering ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan kepegawaian, khususnya bagi ASN yang akan memasuki masa purna tugas. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan forum tersebut untuk memperoleh informasi dan gambaran yang jelas mengenai kehidupan pascapensiun.
Dalam kesempatan itu, Edward juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Sumsel Babel yang berperan sebagai inisiator sekaligus fasilitator kegiatan. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan daerah menjadi elemen penting dalam memberikan layanan pendampingan yang berkelanjutan bagi ASN.
“Kami mengapresiasi dukungan Bank Sumsel Babel. Ke depan, diharapkan kolaborasi ini terus berlanjut dengan cakupan layanan yang semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Edward menegaskan bahwa status sebagai PNS merupakan amanah yang memiliki batas waktu sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 juncto PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. ASN yang mencapai BUP diberhentikan dengan hormat dan memasuki fase baru dalam kehidupannya.
Ia juga menyoroti pentingnya Masa Persiapan Pensiun (MPP) sebagai instrumen strategis untuk membantu ASN menata ulang aktivitas dan sumber penghasilan setelah purna tugas. Meski bersifat pilihan, MPP dinilai efektif jika dimanfaatkan secara optimal.
“MPP memberikan ruang bagi ASN untuk beradaptasi dan merencanakan kegiatan produktif setelah pensiun,” jelasnya.
Lebih jauh, Edward menyebut perlunya perumusan grand design dan road map reformasi pensiun PNS yang realistis agar kesejahteraan ASN tetap terjaga di masa pensiun. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ASN di lingkungan Pemprov Sumsel.












