PALEMBANG, TRIKPOS.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan satu hingga dua ruas jalan khusus batubara sudah dapat difungsikan pada akhir Januari 2026. Target tersebut ditegaskan Gubernur Sumsel Herman Deru seiring progres pembangunan yang dinilai mulai menunjukkan hasil konkret.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat mengikuti rapat Tim Kerja Penyelenggaraan Jalan Khusus Pertambangan yang membahas perkembangan pembangunan jalan khusus batubara, Senin (19/1/2026).
Menurut Herman Deru, kebijakan pembangunan jalan khusus batubara yang sempat menuai polemik kini perlahan menjawab kekhawatiran masyarakat. Sejumlah perusahaan tambang, kata dia, telah menunjukkan komitmen nyata dengan membangun ruas jalan khusus berikut fasilitas pendukungnya.
“Kita melihat keseriusan investor. Ini penting karena tujuan utama kebijakan ini adalah melindungi masyarakat dan menjaga fungsi jalan umum,” kata Herman Deru.
Ia menegaskan, keberadaan jalan khusus batubara menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta risiko kecelakaan akibat angkutan batubara yang selama ini melintasi jalan umum.
Selain mengejar target operasional, Herman Deru juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di lapangan. Ia meminta dinas teknis bersama UPTD terlibat aktif agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan.
“Pengawasan tidak boleh longgar. Progres harus dipastikan berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Sumsel Apriadi mengungkapkan, hasil peninjauan lapangan di Kabupaten Lahat menunjukkan kesiapan sejumlah perusahaan tambang dalam merealisasikan pembangunan jalan khusus batubara.
Menurut Apriadi, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta menciptakan iklim investasi pertambangan yang lebih tertib dan berkelanjutan di Sumatera Selatan. (#)












