Kejuda FORKI Sumsel: Taufik Husni Tekankan Junjung Tinggi Sportifitas

Foto : Ribuan karateka dari berbagai daerah di Sumatera Selatan mengikuti Kejuaraan Daerah FORKI 2026 di GOR Ranau Jakabaring Sport City Palembang, Jumat (10/4/2026).

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Gemuruh teriakan memenuhi GOR Ranau Jakabaring Sport City (JSC) saat 1.400 karateka dari berbagai penjuru Sumatera Selatan berkumpul untuk memperebutkan Piala Gubernur dan Ketua Umum FORKI Sumsel, Jumat, 10 April 2026. Ajang ini bukan sekadar turnamen rutin, melainkan gerbang seleksi ketat menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dijadwalkan berlangsung Mei mendatang.

Ketua Umum Pengprov FORKI Sumsel, RM Taufik Husni, menegaskan bahwa kualitas penjurian menjadi harga mati dalam Kejurda kali ini. Ia menginstruksikan para wasit untuk menanggalkan identitas perguruan demi mendapatkan atlet terbaik yang akan mewakili Bumi Sriwijaya di level nasional.

“Kami pesankan kepada wasit juri agar berlaku fair, adil, dan betul-betul menilai secara objektif. Kita bukan mengambil perguruan, tapi atlet terbaik yang akan kita latih lebih ketat untuk Kejurnas bulan depan,” tegas Taufik Husni di sela-sela pembukaan acara.

Antusiasme peserta tahun ini tergolong masif. Tercatat sebanyak 1.400 atlet kategori Kejurda dan festival resmi turun ke gelanggang. Kehadiran bibit-bibit muda ini bahkan mencuri perhatian Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, yang hadir langsung membuka kejuaraan.

Cik Ujang mengaku terkesima melihat semangat para atlet cilik, terutama kategori putri, yang tampil dengan profesionalisme tinggi meski di usia dini. Ia optimis pola pembinaan sejak kecil ini akan memutus dahaga emas Sumatera Selatan di ajang nasional maupun internasional.

“Tadi saya terkesima melihat dua atlet cewek kecil itu, semangat dan serius sekali. Dari kecil memang sudah dididik bela diri. Harapan kita, karateka ini bisa membawa emas dari kejuaraan nasional bahkan internasional,” ujar Cik Ujang dengan nada bangga.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun menjanjikan dukungan penuh bagi para atlet yang berhasil menorehkan prestasi. Dukungan tersebut akan disalurkan melalui koordinasi dengan KONI dan pengurus FORKI sesuai dengan tingkat capaian para atlet di lapangan.

“Untuk yang berprestasi, pasti ada dukungan dari pemerintah provinsi sesuai pengajuan dari ketua dan KONI. Itu tergantung kemampuan dan prestasinya nanti,” tambah Cik Ujang mengenai komitmen bonus dan pembinaan lanjutan.

Kejurda ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para karateka untuk menunjukkan sportivitas, sebelum mereka dikerucutkan masuk dalam pemusatan latihan intensif guna menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat nasional. (#)