PALEMBANG, TRIKPOS.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat upaya penanganan sampah melalui program prioritas “1 Kelurahan 1 Bank Sampah”. Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pengelolaan sampah kepada 25 bank sampah paling aktif di Kota Palembang.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kampung Al-Qur’an, Jalan Lebak Jaya III, Kecamatan Kalidoni, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi isu yang berdampak pada kesehatan, sosial, hingga perekonomian masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi turut meningkatkan volume sampah di Kota Palembang setiap tahun.
“Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, memicu banjir akibat saluran tersumbat, menimbulkan gangguan kesehatan, hingga mengurangi estetika kota. Karena itu, Pemkot Palembang terus membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, terpadu, dan melibatkan masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan sampah. Saat ini, terdapat 98 bank sampah yang tersebar di 18 kecamatan di Kota Palembang dan berperan aktif mengurangi volume sampah dari sumbernya.
Sebagai bentuk apresiasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang menyalurkan bantuan kepada 25 bank sampah yang dinilai paling produktif berdasarkan evaluasi operasional dan jumlah nasabah.
Setiap bank sampah menerima paket bantuan berupa satu unit motor sampah, satu unit tempat sampah berkapasitas satu meter kubik, dua unit tempat sampah organik dan nonorganik berkapasitas 500 liter, enam unit kotak sampah terpilah tiga warna, dua unit komposter, satu unit timbangan, satu unit mesin pencacah sampah, serta satu unit mesin pencacah plastik.
“Bantuan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus stimulus agar bank sampah lain semakin aktif dalam mengelola sampah organik maupun anorganik di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ratu Dewa juga mengapresiasi keberadaan Bank Sampah Indonesia Legacy di Kampung Al-Qur’an yang dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pendidikan karakter.
Melalui program tersebut, para siswa dapat membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) menggunakan sampah yang mereka kumpulkan untuk kemudian dikelola oleh bank sampah.
“Ini merupakan inovasi yang sangat baik dalam menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan formal dan agama, tetapi juga memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar,” katanya.
Ratu Dewa berharap inovasi serupa dapat diterapkan oleh sekolah maupun komunitas lainnya di Palembang guna memperkuat budaya peduli lingkungan.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, pengurus bank sampah, relawan, serta seluruh masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga kebersihan kota.
“Semoga kolaborasi ini mampu mewujudkan Palembang yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” tutupnya. (#)














