OKI, TRIKPOS.com | Gerakan Pramuka di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) didorong mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan daerah. Tak cukup hanya aktif dalam kegiatan seremonial, Pramuka dituntut menjadi wadah pembentukan karakter, pencetak calon pemimpin, sekaligus pelopor kepedulian lingkungan.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati OKI Supriyanto saat menjadi pembina upacara puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (13/8/2026).
Momentum Hari Pramuka yang beriringan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dimanfaatkan Supriyanto untuk mengingatkan pentingnya peran generasi muda di tengah perubahan zaman.
Menurut dia, kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui upacara dan seremoni. Generasi muda memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan melalui karya, pengabdian, prestasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar apel seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menghayati makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” kata Supriyanto.
Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan mengedepankan gotong royong.
“Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan kader generasi muda untuk memiliki karakter yang kuat, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujarnya.
Tak hanya berbicara mengenai kepemimpinan, Supriyanto juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca kering dan musim kemarau.
Ia mengajak anggota Pramuka OKI tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi ikut turun menjadi bagian dari gerakan pencegahan karhutla.
Supriyanto menegaskan, pencegahan karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah maupun aparat. Peran masyarakat, termasuk generasi muda, sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran dan mencegah kebakaran sejak dini.
“Kondisi saat ini cuaca kering kemarau. Ini menjadi atensi pemerintah pusat. Kita harus sama-sama peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Menurut dia, semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai penting dalam kepramukaan harus diterjemahkan dalam aksi nyata. Para pembina, pelatih, hingga anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi penggerak kepedulian lingkungan di tengah masyarakat.
“Kepada Kakak-kakak dan anak-anakku semuanya, mari kita bersama-sama, bahu-membahu, satukan tekad untuk kita kontribusikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir di setiap sendi kehidupan,” katanya.
Supriyanto optimistis pendidikan kepramukaan yang diberikan secara konsisten akan menjadi fondasi lahirnya pemimpin-pemimpin baru di Kabupaten OKI.
Baginya, pembentukan sumber daya manusia tidak bisa dilakukan secara instan. Karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama yang ditanamkan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
“Saya yakin dengan proses yang diberikan kepada pelatih pembina, nilai-nilai Pramuka tertanam dan terpancang pada diri setiap insan Pramuka. Kami tentunya berharap pada masa-masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang mempunyai karakter, disiplin, kebersamaan untuk membawa Kabupaten OKI ini jauh lebih maju,” tutur Supriyanto.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi harus menjadi sarana memperluas wawasan dan meningkatkan produktivitas, bukan membuat generasi muda kehilangan nilai Pancasila, persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap tanah air.
Karena itu, anggota Pramuka OKI diminta membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu menjadi generasi yang tangguh, berkarakter dan berprestasi. “Tunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh anggota Pramuka memperkuat persatuan dan memperluas pengabdian. Usia ke-65 Gerakan Pramuka, menurut dia, harus menjadi momentum untuk mempertegas keberadaan Pramuka dalam menjawab tantangan nyata di daerah.
“Mari kita rapatkan barisan, kobarkan semangat persatuan, mantapkan pengabdian, dan terus berkarya untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Laporan : Andi Burlian













