Banyuasin Siagakan 153 Desa Tangguh Hadapi Ancaman Karhutla Saat El Nino Menguat

Foto : Foto: Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan di Graha Bina Praja Palembang

PALEMBANG, TRIKPOS.com – Pemerintah Kabupaten Banyuasin memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemunculan fenomena El Nino moderat hingga kuat pada pertengahan 2026.

Atas arahan Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., pengawasan di wilayah rawan Karhutla diperketat, terutama pada kawasan lahan gambut yang menjadi salah satu titik paling rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Askolani menegaskan Banyuasin telah menyiapkan langkah nyata melalui pembentukan 153 Desa Tangguh Kebakaran yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

“Desa Tangguh Kebakaran ini melibatkan masyarakat dan perusahaan di setiap kecamatan agar mampu bergerak cepat ketika muncul titik api. Pencegahan menjadi prioritas utama kami,” ujar Askolani.

Menurutnya, kesiapsiagaan perlu diperkuat karena Banyuasin merupakan daerah dengan luas lahan gambut terbesar kedua di Sumatera Selatan, sehingga memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang cukup tinggi saat musim kemarau.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar tidak lengah menghadapi potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, curah hujan diperkirakan berada di bawah normal pada Agustus hingga September 2026, sehingga risiko kebakaran meningkat.

“Harga pencegahan jauh lebih murah dibandingkan penanggulangan. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar praktik membuka lahan dengan cara membakar dapat dihentikan,” tegas Herman Deru.

Ia juga menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota memanfaatkan sisa musim hujan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa, hingga ketua RT agar kesiapsiagaan menghadapi Karhutla semakin optimal.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Erni Yusnita, Asisten II Setda Banyuasin Alpian Soleh, Kepala BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zazili Mustopa, Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP Banyuasin Ida Bahagia, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Roni Utama, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Sumatera Selatan. (#)