PALEMBANG, TRIKPOS.com | Perempuan yang aktif dalam organisasi dituntut tidak hanya mampu menjalankan berbagai program, tetapi juga memiliki kemampuan menyampaikan gagasan secara meyakinkan. Kemampuan berbicara di depan publik dinilai menjadi salah satu modal penting agar suara dan peran perempuan semakin kuat di tengah masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan, Lidyawati Cik Ujang, saat membuka pelatihan public speaking bertema “Pengembangan Potensi Kemampuan Berbicara, Kuasai Panggung dan Hati Audiens” di Gedung Perjuangan Wanita, Kamis (27/8/2026).
Pelatihan yang diikuti pengurus BKOW Sumsel dan perwakilan anggota organisasi wanita tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan di ruang publik.
Lidyawati menilai, perkembangan peran perempuan saat ini membuat kemampuan komunikasi tidak lagi menjadi sekadar keterampilan tambahan. Perempuan yang terlibat dalam organisasi dan kegiatan kemasyarakatan harus mampu menyampaikan pesan secara jelas sehingga dapat dipahami sekaligus mendapat respons positif dari masyarakat.
“Peran perempuan saat ini tidak hanya di rumah saja, tetapi juga di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan berbicara menjadi sangat penting,” ujar Lidyawati.
Menurut dia, seorang perempuan yang tampil di hadapan publik harus mampu menguasai suasana, mengendalikan rasa gugup, menyusun pesan secara runtut, serta membangun hubungan dengan audiens.
“Lewat pelatihan ini, kita ingin anggota BKOW mampu menguasai panggung, mengurangi demam panggung, menyusun pesan yang jelas dan mudah dipahami, serta bisa menggerakkan hati audiens,” katanya.
Lidyawati berharap kemampuan tersebut dapat memperkuat kiprah perempuan dalam berbagai organisasi maupun kegiatan sosial. Dengan komunikasi yang baik, program dan gagasan yang dibawa organisasi diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan internal, tetapi mampu tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Ketua panitia penyelenggara mengatakan, pelatihan tersebut juga menjadi ruang bagi para pengurus organisasi wanita untuk membangun keberanian tampil di hadapan publik.
“Harapannya, setelah pelatihan ini, para ibu-ibu pengurus organisasi wanita di Sumsel lebih berani tampil, lebih runtut saat menyampaikan gagasan, dan pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, BKOW Sumsel menghadirkan Gusiandiara Arni sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik vokal, penyusunan struktur pesan, pengelolaan rasa gugup hingga cara membangun koneksi emosional dengan audiens.
Peserta juga mengikuti simulasi dan praktik langsung. Mereka dilatih membuka pembicaraan, mengembangkan materi, menjaga perhatian audiens hingga menutup penyampaian dengan pesan yang kuat.
BKOW Sumsel berharap penguatan kemampuan public speaking dapat melahirkan lebih banyak perempuan yang berani mengambil peran di ruang publik. Tidak hanya aktif dalam organisasi, mereka juga diharapkan mampu menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan gagasan, program dan kepentingan masyarakat.
Laporan : Redaksi













