Peringati Hari Otda ke-30, Pemkab Banyuasin Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dan Pelayanan Publik

Foto : Foto: Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Halaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (27/4)

PANGKALAN BALAI, TRIKPOS.com — Pemerintah Kabupaten Banyuasin memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Halaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (27/4). Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, inovatif, dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA., IPU., ASEAN Eng, yang mewakili Bupati Banyuasin sebagai inspektur upacara. Kegiatan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Dalam kesempatan itu, Sekda membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang menegaskan bahwa tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah harus menjadi pijakan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, meningkatkan efisiensi anggaran, dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, pemerintah daerah didorong agar seluruh kebijakan dan program pembangunan tetap selaras dengan arah pembangunan nasional.

“Melalui otonomi daerah, pelayanan publik harus semakin dekat, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, diperlukan sinkronisasi program, penguatan inovasi birokrasi, serta pengelolaan anggaran yang tepat sasaran,” ujar Erwin saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan. Pemerintah daerah dituntut mampu menggali potensi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selain itu, keberhasilan otonomi daerah dinilai tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia aparatur, tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, serta partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Banyuasin diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan publik, dan menghadirkan pembangunan yang merata demi kesejahteraan masyarakat. (#)