Warga Talang Buluh Butuh Perhatian Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak Berlumpur

Foto : Kondisi jalan penghubung antar kecamatan di Dusun III RT 10, Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan, menyulitkan aktivitas warga dan rawan kecelakaan.

BANYUASIN, TRIKPOS.com — Ironi infrastruktur kembali terjadi di Kabupaten Banyuasin. Jalan pedesaan penghubung antar kecamatan yang berada tepat di perbatasan Kota Palembang justru rusak parah dan kian tak layak dilalui. Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir memperparah kondisi jalan, mengubahnya menjadi kubangan lumpur licin yang rawan kecelakaan.

Kondisi paling memprihatinkan terlihat di Dusun III RT 10, Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa. Jalan yang menjadi akses vital menuju kawasan perkotaan Palembang ini masih berupa tanah merah. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi lintasan berlumpur yang nyaris tak bisa dilewati kendaraan.

Fatma, warga RT 10 Desa Talang Buluh, mengatakan kerusakan terjadi di sepanjang jalur penghubung Desa Talang Buluh menuju Desa Semuntul, Kecamatan Rantau Bayur, dengan panjang sekitar 13 kilometer. Jalan tersebut kerap tergenang air bercampur lumpur saat musim hujan, sehingga menyulitkan mobilitas warga.

“Kalau hujan, warga harus ekstra hati-hati. Jalan licin, motor sering tergelincir dan jatuh. Malam hari lebih berbahaya lagi. Sudah sering kejadian,” ujar Fatma, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi jalan semakin parah karena kerap dilalui kendaraan besar pengangkut galian tanah. Bahkan, saat hujan deras, jalan sama sekali tidak dapat dilintasi.

Keluhan serupa disampaikan Radimin, warga setempat lainnya. Menurutnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses masyarakat menuju pasar, sekolah, dan pusat kota. “Jalan ini urat nadi warga. Sudah bertahun-tahun rusak, tapi belum juga diperbaiki,” katanya.

Minim Penerangan, Risiko Kecelakaan Meningkat

Tak hanya rusak, kondisi jalan juga diperparah dengan belum tersedianya jaringan listrik dan penerangan jalan. Minimnya tiang listrik membuat kawasan tersebut gelap gulita saat malam hari, sehingga risiko kecelakaan semakin tinggi.

Sebelumnya, kondisi jalan RT 10 Desa Talang Buluh sempat viral di media sosial TikTok. Dalam video yang diunggah warga, tampak pengendara kesulitan melintasi jalan berlumpur yang disebut telah rusak selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah.

Warga pun berharap perhatian nyata dari para wakil rakyat daerah pemilihan Talang Kelapa, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Mereka mendesak adanya perbaikan permanen, mengingat jalan tersebut merupakan akses strategis yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta keselamatan masyarakat di wilayah perbatasan kota.